SuaraBogor.id - Rocky Gerung baru-baru ini mengomentari Presiden Jokowi yang belakangan melarang para menteri Kabinet Indonesia Maju bicara soal penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan. Pengamat politik ini menyebut hal tersebut merupakan akal-akalan saja.
Menurut Rocky Gerung, hal tersebut diucapkan Jokowi agar masyarakat menganggapnya lebih mementingkan suara rakyat.
“Presiden Jokowi memang mengucapkan itu. Tetapi soal yang diucapkan di sidang kabinet itu konsumsi diplomasi politik. Seolah presiden mendengarkan suara rakyat. Kalau dia dengar dia akan hentikan itu ketika asisten khususnya dan 34 orang sekitarnya untuk mengorganisir kampanye kumpulan tekad,” katanya melalui Youtube Rocky Gerung official.
“Kita tahu semua bahwa ini adalah akal-akalan saja seolah presiden mengemudi di depan rakyat, saya tidak ingin ditampar, padahal semua orang malah ingin menampar dia justru karena tidak konsisten,” kata Rocky.
Tak hanya itu, Rocky Gerung menyebut Jokowi memilki tujuan tertentu dengan adanya pernyataan tersebut.
“Jokowi memang bersepakat tentu diam-diam ucapin hal itu untuk mengutus asisten-asisten operasional ke daerah bikin kebulatan tekad. Jadi itu intinya,” ungkap rocky dikutip dari Terkini.id (Jaringan Suara.com).
“Jokowi tentu bilang wah kan saya udah pernah ucapkan supaya hentikan itu. Iya hentikan ucapannya, tetapi aktivitasnya tetap jalan,” ujarnya.
Kata Rocky, ini adalah taktik Jokowi agar bisa menikmati kepuasaan ibu kota baru. Karena itu, aksi kebulatan tekad akan terus dilakukan.
“Kita akan melihat terus kebulatan tekad gak mungkin dihentikan. Karena sudah menjadi semacam tujuan utama Presiden Jokowi adalah menikmati kepuasan, agar bisa menikmati ibukota baru,” pungkasnya.
Baca Juga: Tolak Jokowi 3 Periode dan Demo Kenaikan Harga Sembako, IMM Geruduk DPRD Sumbar
“Ini adalah satu paket. Jadi kalau ucapan seolah-olah marahi menteri supaya stop, maunya headline begitu, tetapi isi beritanya yang ditugaskan tetap berlangsung,” urainya.
Dalam pernyataannya, Rocky juga menyebut Jokowi sudah menyewa beberapa tokoh intelektual dan menyogok beberapa para ahli hukum untuk mewujudkan tujuannya itu.
“Tokoh-tokoh intelektual sudah pada disewa, mulai membuat opini tentang masuk akalnya tiga periode, pakar-pakar HTN juga disogok, mungkin akan disogok dengan mobil listrik karena itu garasi mereka sudah dibikin lebih lebar. Karena memerlukan opini hukum untuk mewujudkan ide tiga periode, itu intinya,” paparnya.
“Artinya Jokowi belum lempar handuk? “Memang Jokowi sudah sadar, tapi boong. Kan kira-kira begitu ya,” ucap Rocky.
“Rocky bahkan menyebut Jokowi pelit kepada rakyat. Kenapa pelit? Karena Jokowi harus membayar utang negara dan tidak mau melepaskan proyek-proyek strategis nasional.
“Pemerintah itu bohong sebetulnya. Kalau memang krisis, ya bilang aja krisis. Tapi kalau krisis ya hentikan juga proyek strtategis. Artinya uang APBN itu tetap dipakai buat ibu kota. Bukan buat ibu-ibi,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Jawab Tudingan Ijazah Palsu di Pengadilan, Jokowi Ungkap Alasan Sering Disebut 'Anak Teknologi Kayu'
-
Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan
-
Jokowi Datang ke PN Jaktim, Ditemani Kahiyang dan Kaesang
-
Jokowi Hadir Sidang Ijazah, PSI Minta Maaf Kalau Jalan Sekitar PN Jaktim Macet
-
Kawal Jokowi di Sidang Ijazah Palsu, Relawan Gibran: Tak Perlu Banyak yang Penting Solid!
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
-
Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu
-
Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan
Terkini
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah
-
Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter
-
Balai Karantina Resmi Hadir di Laladon, Ekspor Ikan Hias Bogor Makin Mudah
-
Pengusutan Kasus Korupsi ATR/BPN, KPK Telisik SDM Summarecon Agung
-
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!