SuaraBogor.id - Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga Ardi Nurcahyanto, satu dari 11 korban yang tewas kecelakaan maut di Jalan Transyogi Cibubur-Cileungsi, Kota Bekasi pada Senin petang, 18 Juli 2022.
Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat mengiringi proses pemakaman Ardi yang dalam sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek online. Ardi dimakamkan di TPU Tambarehe, Cilodong, Depok pada hari ini, Selasa 19 Juli 2022.
Orang tua Ardi, Aswar syok mendapat kabar bahwa salah satu korban kecelakaan maut itu adalah anaknya. Ia mengetahui informasi itu saat menonton tayangan di televisi.
“Untuk kabarnya saya ngeliat di TV kemarin sore jam 4. Saya ngeliat pelat nomor motor anak saya dan saya samain cocok,” ucapnya mengutip dari Depoktoday--jaringan Suara.com
Setelah itu, Aswar langsung berangkat menunju ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.
Diceritakan oleh Aswar, saat pagi hari sebelum kejadian, ia sempat berkomunikasi dengan Ardi. Saat menjelang sore, ia mencoba menghubungi anaknya namun tidak diangkat dan tidak ada balasan.
Sebelum hari nahas itu, Aswar dan istrinya sempat merasakan hal aneh di keseharian Ardi. Ardi kata Aswar sempat menggunakan kalung.
Padahal kata Aswar, dirinya dan istri tak pernah melihat Ardi mengenakan kalung.
“Saya kaget pas dia pakai kalung, biasanya ngga pakai kalung, ngga tau kalung dari mana. Dia pakai sebelum berangkat. Sempat ditanya tapi dia nggak jawab.” cerita Aswar.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menetapkan dua tersangka kasus kecelakaan maut di Jalan Raya Alternatif Transyogi Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (18/7).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Selasa, mengatakan kedua tersangka tersebut merupakan sopir dan kernet truk tangki bahan bakar minyak (BBM) Pertamina bernama Supadi dan Kasira.
"Penyidik Subditgakkum Polda Metro Jaya dan juga Satlantas Polres Metro Bekasi kota telah menetapkan dua orang tersangka terkait kasus ini," kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkab Bogor Keroyok Perbaikan Jalan Parung-Kemang
-
Simbol Kerukunan Bogor, Hangatnya Bukber dan Santunan Dedie A Rachim di Rumah Ibadah Tionghoa
-
Tersangka AF Lawan Arus di Cibinong Hingga Menelan Korban Jiwa, Hasil Tes Urine Dinanti
-
Polres Bogor Resmi Tahan Majikan ASN BPK Pelaku KDRT ART di Gunung Putri