SuaraBogor.id - Polres Tasikmalaya Kota berhasil membongkar kasus peredaran sabu dari pengedar besar dengan inisial YS. Polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 1,2 kilogram.
Menurut Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, pengungkapan kasus ini terbilang sangat fantastis untuk tingkat polres.
“Sabu-sabu tersebut kita amankan dari tersangka YS. Tersangka ini sebagai pengedar atau juga penjual,” ujar AKBP Aszhari mengutip dari Harapanrakyat.com--jaringan Suara.com
Disebutkan oleh AKBP Aszhari, pelaku memang beberapa kali mengedarkan namun belum pernah tertangkap.
“Setelah kami pantau beberapa hari, kemudian kami amankan pelaku YS ini sehari setelah membeli sabu dari Jakarta sebanyak 1,2 kilogram. Pelaku merupakan pengedar juga pemakai. 1,2 kilogram sabu tersebut senilai Rp 1,8 miliar,” ujarnya.
Polisi masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap tersangka. Menurut pengakuan tersangka sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.
Tersangka terjerat Pasal 112 ayat 2 junto 114 ayat 2 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. YS terancam hukuman 12 tahun penjara dan denda 800 juta sampai paling banyak Rp 8 miliar.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Bareskrim Tangkap Kasatresnarkoba Karawang karena Kasus Narkoba
-
Terpopuler: Viral Lima Pria Aniaya Ustaz dan Santri Gegara Tak Puas Bayar Makan, Kasir Alfamart Terancam UU ITE
-
Kasat Resnarkoba Karawang Ditangkap Bareskrim Polri, 101 Gram Sabu Disita
-
Pemuda Asal Cianjur Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pengendara Motor di Bali
-
Membedah Makna Lambang Jawa Barat, Dari Bentuk Hingga Warnanya
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Viral! Aksi Kejar-kejaran Debt Collector di Puncak Pass Bogor, Sopir Teriak 'Begal'
-
Mangkir di PTUN? Pemkab Bogor Bongkar Alasan Administratif dan Komitmen Eksekusi Lahan
-
Trauma Proyek Mangkrak, Warga Kayumanis Tegas Tolak Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Debat Panas PSEL Kayumanis Bogor: Warga Khawatir Bau, DLH Janjikan Teknologi Standar Dunia
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa