SuaraBogor.id - Pasca pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akhir pekan lalu, tarif angkutan umum di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat juga naik dari Rp 3000 menjadi Rp 4000.
Namun kondisi ini membuat sopir angkot di Cianjur, Jawa Barat mengaku berada di posisi serba salah. Satu sisi, kenaikan tarif mau tak mau dilakukan menyesuaikan dengan tarif BBM. Namun di sisi lain, penumpang pun saat ini sulit didapat.
Gunawan Firdaus (34) supir angkot lintas 03 mengatakan, kenaikan tarif angkutan tersebut sudah mulai diberlakukan pada Minggu (5/9/2022), setelah pemerintah menaikan harga BBM.
"Tarif untuk umum dari Rp 3 ribu menjadi Rp 4 ribu, dan pelajar SMP/SMA semula dari tarif Rp 2 ribu jadi Rp 3 ribu, sedangkan untuk murid sekolah dasar asalnya Rp 1 ribu naik ke Rp 2 ribu," katanya pada SuaraBogor.id, Senin (5/9/2022).
Kenaikan tarif angkutan itu, kata dia, merupakan kebijakan sementara dari pengurus jalur, dan masih bersifat sementara. Sedangkan dari pemerintah belum ada keputusan.
"Jadi dari pemerintah, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organda belum ada surat resmi, namun kenaikan tarif ini hanya untuk penyesuaian saja, setelah pemerintah menaikan harga BBM," katanya.
Menurutnya, para penumpang banyak yang mengeluh dengan kenaikan tarif tersebut, namun ada juga yang memakluminya.
"Karena sudah pada mengetahui harga pertalite naik, penumpang banyak yang memakluminya. Tapi ada juga penumpang yang membayar dengan tarif normal," ucapnya.
Sementara itu, Fatah Supriatna (29) supir angkot lintas 02 mengaku, pihaknya baru menaikan tarif per Senin (5/9/2022) atas kesepakatan para supir angkot.
Baca Juga: Mogok Narik karena BBM Naik, Aksi Sweeping Sopir Angkot di Sukabumi Dibubarkan Polisi
"Karena naiknya harga pertalie para supir angkot lintas 02, sepakat untuk menaikn ongkos, dan diberlakukan tadi pagi," ucapnya.
Ia mengungkapkan, meski dinaikan tapi masih banyak warga yang membayar dengan harga normal yaitu Rp 3 ribu. Karena belum ada surat resmi dari pemerintah Cianjur.
"Penumpang banyak yang tidak mengerti dengan kenaikan tarif ini, karena belum ada tarif resmi dari Pemkab, Dishub maupun Organda, tapi katanya mereka sedang rapat," ucapnya.
Selain itu, ia mengatakan, kenaikan tarif ini berimbas terhadap minat penumpang yang berukurang. Dalam satu puteran pun hanya mampu membawa 2 hingga 3 orang pemumpang.
"Jadi makin susah aja cari penunpang setelah harga naik, sehari saya hanya bisa membawa uang sebanyak 10 ribu hingga paling besar Rp 50 ribu per harinya," ucapnya.
Kontributor : Fauzi Noviandi
Berita Terkait
-
Mogok Narik karena BBM Naik, Aksi Sweeping Sopir Angkot di Sukabumi Dibubarkan Polisi
-
Tarif Angkot Berpotensi Naik Lebih Mahal dari Aturan, Dishub Bogor: Segera Lapor
-
Duh! BBM Naik, Sopir Angkot Kota Magelang Tombok Bensin Rp35 Ribu Sehari: Hidup Segan Mati Tak Mau
-
Pedasnya Sindiran Sopir Angkot Usai Harga Pertalite Naik Jadi Rp10.000: Terima Kasih Pak Jokowi!
-
Dampak Harga BBM Naik, Tarif Angkot di Cianjur Ikut Naik Jadi Berapa?
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Fatayat NU Siap Jadi Motor Ekonomi Perempuan di Pelosok Bogor
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 111 Kurikulum Merdeka
-
Wajah Baru Transportasi Bogor: Angkot Tua Bakal Dihapus, Skema Ganti Kendaraan Diperketat
-
Lautan Manusia di Pakansari: UAS dan Bupati Rudy Susmanto Ketuk Pintu Langit untuk Bogor
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 121 Kurikulum Merdeka