SuaraBogor.id - Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) nampaknya menyulut hati dan mata semua pihak. Pasalnya ada 125 suporter tewas pada insiden tersebut sesuai data dari pihak kepolisian.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan kini menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali pengamat Sepakbola Bachri Setiawan.
Ia meyakini pada pertandingan big match Jawa Timur ini, panitia telah melibatkan banyak pihak mulai dari media, Pemda, supporyer, kepolisian dan TNI. Termasuk upaya menghalau datangnya Bonek (Pendulung Persebaya).
Namun sayangnya permintaan dari Kepolisian terkait jam penyelenggaraan dan pembatasan jumlah penonton ditolak dan diabaikan oleh Panitia Pelaksana.
Hal itu rupanya dianggap menjadi salah satu bagian yang menyebabkan banyak korban berjatuhan di Stadion Kanjuruhan.
"Ini tentunya tidak terlepas dari stasiun TV yang menyelenggarakan tayangan langsung laga tersebut, dan Panitia Pelaksana yang mengejar keuntungan semaksimal mungkin dari penjualan tiket masuk. Sehingga akhirnya jam tayang tidak berubah, sementara kapasitas stadion yang mampu menampung 42.499 orang dimaksimalkan di angka 42.000 tiket, tidak mengikuti saran Kepolisian yang menyarankan untuk menurunkan ke angka 25.000 tiket saja," kata Bachri, kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).
Dari data yang dimilikinya, Bachri menyebutkan supporter yang datang berjumlah 42.288 orang, yang artinya menyisakan 211 orang dari kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan yakni 42.499.
Melihat hal tersebut jika ditambah dengan jumlah pasukan pengamanan yang terdiri dari unsur Polisi dan TNI, dapat dipastikan Stadion Kanjuruhan yang memiliki 14 pintu itu menampung jumlah orang melebihi kapasitasnya.
Bisa dibayangkan, setidaknya satu pintu harus melayani sekitar 7.265 orang.
Baca Juga: Polri Sampaikan Perkembangan Penyidikan Peristiwa di Stadion Kanjuruhan
Maka tak heran jika permintaan polisi untuk menurunkan jumlah penonton berkaitan dengan risk assessment dan risk management yang diperhitungkan dan direncanakan Kepolisian.
"Jumlah anggota yang tersedia pun pastilah terbatas, tapi apa mau dikata, pertandingan dimulai, pertandingan selesai, kerusuhan terjadi. Kepolisian menembakkan gas air mata, sesuai dengan protap dan Perkap Nomor 16 tahun 2006, lalu banyak yang mempersalahkan hal gas air mata ini dengan berpegang pada aturan FIFA Point 19B," tegas Bachri.
Ia juga menjelaskan saat pintu Stadion dibuka, penonton masuk lalu pintu dikunci dan penjaga pintu pergi entah ke mana. Dan disaat kerusuhan pecah, semua berebut keluar, berdesakkan, terhimpit di ruang menuju pintu keluar, dan beberapa pintu terkunci.
"SOP stadion seperti apa itu, sudah sesuai FIFA apakah SOP standar PSSI? Saya meragukannya. Lalu kemudian karena banyak yang terhimpit, kehabisan oksigen, sampai meninggal sekian banyak, apakah karena gas air mata atau karena tidak bisa keluar stadion," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Polri Sampaikan Perkembangan Penyidikan Peristiwa di Stadion Kanjuruhan
-
Pilu! Arema FC Dijatuhi Sanksi Berat oleh PSSI
-
Hormati Korban Tragedi Kanjuruhan, Seluruh Kompetisi Eropa Bakal Gelar Aksi Mengheningkan Cipta selama Satu Pekan
-
Update Korban Tragedi Kanjuruhan 133 Orang Meninggal, 37 Anak-anak, Paling Muda Usia 3 Tahun
-
Cucu Luhut Binsar Pandjaitan Sentil Politisi yang Tunggangi Tragedi Kanjuruhan: Tidak Tahu Malu!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air
-
DPRD Kota Bogor Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Dalam Rapat Paripurna
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Koordinasikan Himbara Perluas Akses Pembiayaan Perumahan