SuaraBogor.id - Kasus dugaan pembunuhan terhadap Akseyna Ahad Dori alias Ace sudah 7 tahun berlalu dan sampai saat ini masih menimbulkan banyak kejanggalan yang belum terpecahkan.
Terbaru, menurut ayah dari Ace, Marsekal Pertama (Purn) Mardoto bakal ada tim khusus yang dibentuk untuk menuntaskan kasus ini. Hal itu disampaikan Mardoto setelah rapat bersama polisi dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
“Iya (baru saja dibahas) dengan Polri, ada penyidik dari Polres Depok sama polda, terus ada Kompolnas. Tiga yang hadir membahas penuntasan kasusnya itu,” kata Mardoto mengutip dari Depoktoday--jaringan Suara.com
“Saya serahkan sebagian sih, bukan semua, mendukung tindak lanjut. Kalau dari Pak Benny (Ketua Kompolnas) rencananya mau diusulkan dibentuk tim khusus, di lingkungan Polri melibatkan polres dan polda mungkin dari Mabes Polri,” bebernya.
Kemudian, setelah selesai menggali keterangan dari keluarga Mardoto, Kompolnas dan penyidik Polri melanjutkan rapat untuk tindak lanjut kasus ini.
“(Hasil rapat) tentu saja penuntasan kasus ini jangan sampai menjadi kedaluwarsa,”
Adapun beberapa keterangan yang diserahkan oleh Mardoto untuk mengungkap kasus tewasnya sang anak, di antaranya terkait motif dan nama-nama terduga pelaku.
“Ada dugaan, ada nama-nama, ya silahkan penyidik menggunakan atau tidak. Saya kan bukan penyidik, saya pengumpul informasi, itu (penyidik) Polres Depok. Nama-namanya (terduga pelaku) tidak bisa saya sebutkan, tapi banyak sekali motif-motifnya,” jelasnya.
Baca Juga: 7 Tahun Kasus Akseyna Tak Ada Kejelasan, Kinerja Polisi dan Kompolnas Dipertanyakan
Berita Terkait
-
7 Tahun Kasus Akseyna Tak Ada Kejelasan, Kinerja Polisi dan Kompolnas Dipertanyakan
-
Terpopuler: Update Terbaru Kasus Akseyna, Pesulap Merah Bidik Lawan Baru, Pawang Hujan Rara Kini Kena Sentil
-
Keluarga Almarhum Akseyna Protes Surat Kompolnas
-
Masih Ingat Kasus Akseyna? Keluarga Ungkap Fakta Terbaru, Nama Brigjen Khrisna Murti Ikut Terseret
-
6 Tahun Belum Juga Terungkap, Keluarga Akseyna Minta Polisi Tuntaskan Kasus
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Satu Pakaian, Sejuta Harapan: CSR ibis Styles Bogor Pajajaran Bersama Yayasan Gemilang Indonesia