SuaraBogor.id - Masih ingat dengan kasus tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Akseyna Ahad Dori alias Ace secara misterius? Hingga kini kasus tersebut masih menjadi tanya tanya besar bagi keluarga dan publik.
Ayah dari Akseyna, Marsekal Pertama TNI (Purn) Mardoto mengatakan bahwa usaha pengungkapan kasus putranya tersebut terkesan mundur dan tidak berkembang.
Menurut Mardoto, pihak keluarga sempat mendapat surat dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Isi surat itu pada intinya hanya menyebut bahwa pihak kepolisian masih melakukan usaha mengungkap penyebab kematian Akseyna.
Dikatakan oleh Mardoto, bahwa surat dari Kompolnas itu dikirim pada 6 Juli 2022 namun baru diterimanya pada 2 Agustus 2022. Hal ini lantaran kesalahan penulisan alamat.
Kompolnas menuliskan alamat rumah Akseyna di Sleman, Karawang, Jawa Barat. Padahal Jogja.
Selain itu, nomor telepon yang dilampirkan pun bukan nomor keluarga Akseyna.
"Akibatnya surat itu nyasar, tapi beruntung karena pertolongan Allah surat itu sampai ke kami," kata Mardoto mengutip dari Depotoday.com--jaringan Suara.com
Mardoto tidak mau berspekulasi mengapa sampai ada kesalahan alamat. Ia pun menyayangkan sikap Kompolnas yang tidak teliti terhadap pengiriman surat penting seperti ini.
Apalagi kata Mardoto, apabila surat tidak berbalas selama 30 hari sejak dikirim, maka pihak keluarga dianggap menyetujui isi surat.
Baca Juga: 6 Tahun Belum Juga Terungkap, Keluarga Akseyna Minta Polisi Tuntaskan Kasus
"Setelah surat itu kami terima, langsung kami berikan balasan tertanggal 4 Agustus 2022, yang intinya keberatan dengan klarifikasi yang dilakukan Kompolnas," jelas Mardoto.
Dalam suratnya, Mardoto menegaskan, klarifikasi yang dilakukan oleh Kompolnas hanya mengulang pernyataan awal soal masih dicarinya penyebab kematian Akseyna.
Seharusnya, menurut dia difokuskan kepada siapa pelakunya dan apa motifnya.
Menurut Mardoto, dugaan pembunuhan terhadap Akseyna sudah sangat kuat karena didukung dengan bukti-bukti dan pernyataan berbagai pihak, termasuk mantan Diterskrimum Polda Metro Jaya Kombes (kini Brigjen) Khrisna Murti.
"Bagaimana bisa selama 7 tahun melakukan penyelidikan, polisi masih berniat mengulang hipotesis awal dan berputar-putar, disaat sudah banyak sekali bukti yang mengarah kasus ini ke kasus pembunuhan," keluh Mardoto.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Jelaskan soal Pemeriksaan Langgar Etik Ferdy Sambo di Mako Brimob
-
Habiskan Rp21 Miliar, Ini Situ Rawa Kalong dari Tempat Kumuh Jadi Favorit Wisata Warga Depok
-
Irjen Fredy Sambo Ditangkap Malam Ini, Langsung Ditahan di Mako Brimob
-
Ridwan Kamil Gandeng Bonge Citayam Resmikan Situ Rawa Kalong Depok
-
Berhasil Diringkus, Ternyata Begini Cara Komplotan Pencuri Modus Ban Kempis di Depok Beraksi
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku
-
DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga
-
Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK
-
23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi
-
34 Tahun Jadi Gunungan Sampah, TPA Galuga Bogor Bakal Diubah Jadi Energi Listrik dan BBM