Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:03 WIB
Warga tengah merapihkan puing-puing bangunan akibat lonsor di RW 01 dan 02, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor (Suarabogor.id/Egi Abdul Mugni)

Sambil Zaky memastikan tidak ada keributan di rumah Korban Dedi. Seorang nenek yang enggan disebutkan namanya, nampak tengah bermain dengan cucunya.

Namun, kegembiraan itu harus dibalas dengan kesedihan. Rumah dia hancur akibat longsoran yang terjadi sore itu.

Sang nenek, sempat ingin menyelamatkan diri dari longsoran itu. Namun, langkahnya tak secepat longsoran yang menimbun rumahnya.

"Kejadian jam 4.30 saya pegang cucu, saya liat itu longsor nya liat, mau ke liar. Pas keluar ga keburu, baru saja dua langkah udah ketimbun (badan) saya oleh besi di rumah," kata dia.

Baca Juga: Viral Lagi, Pengakuan Yuni Shara yang Tak Pernah Merasakan Nikmat Urusan Ranjang

Bak nyawa cucu lebih penting dari nyawanya, sang nenek sontak langsung terpikir kondisi cucunya. Dengan badan yang tertimbun runtuhan itu, sang nenek sempat-sempatnya menyelamatkan cucunya di tangannya.

"Saya selamatkan cucu, supaya tidak tertimpa puing biar saya ketimpah, makanya ini pada biru (tangan dan kaki)," ungkapnya.

Untungnya, pertolongan tetangga segera menyelamatkan nyawa sang nenek beserta cucu delapan bulannya itu.

"Terus langsung aja tetangga selamatkan cucu saya yang 8 bulan itu. Tangannya sedikit terluka dan merah. Kalau saya punduk (Red: Pundak) , tangan, kaki biru. Tubuh saya tertimbun puing setengah, ga bisa bangun," ungkapnya.

"Saya tetep gini aja (pegang tangan kiri) selamatkan cucu, akhirnya ada yang nyelamatin. Itu juga diangkat dulu batanya supaya saya bisa bangun . Cuman ini (tangan) pada berdarah karena saya nyelamatin cucu dari puing dan besi," lanjutnya.

Baca Juga: Viral Lesti Kejora Mendadak Ingin Pulang ke Indonesia, Temui Rizky Billar di Kantor Polisi

Atas kejadian tersebut, 3 rumah di RW 01 dan 3 rumah di RW 3 hancur parah hingga ringan. Sementara korban jiwa nihil.

Load More