SuaraBogor.id - Modus tersangka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pembunuhan di Jalan Bakti ABRI nomor 286, RT 3/8 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat karena tersangka jengkel kerap dimarahi sejak SD.
Menurut Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso membeberkan modus dari kasus anak bunuh ibu kandung di Kecamatan Tapos, Depok.
Menurut Kompol Arief, tersangka Rifki Azis Ramadhan sehari sebelumnya sempat dimarahi oleh kedua orang tuanya.
"Dimarahi dengan ada kata-kata yang kurang mengenakkan yang tidak bisa diterima oleh tersangka sendiri, sehingga timbul perasaan jengkel," kata Kompol Arief Budiharso.
Menurut Kompol Arief berdasarkan informasi tersangka sejak dari SMP atau SD Rifki Azis memang yang bersangkutan sering dimarahi. Dari versi tersangka menyampaikan seperti itu, dimarahi terus oleh orang tuanya.
"Kata-katanya kalau dari versi tersangka menyampaikan bahwa "Elo (tersangka) dari lahir sampai detik ini coba sebutkan satu aja apa yang membuat orang tuamu bangga," seperti itu," kata Kompol Arief.
Kompol Arief mengatakan berdasarkan hasil visum terdapat sekitar 50 tusukan ke ibunya. "Kurang lebihnya, karena visum sementara ini sudah dapat, tapi hasilnya yang secara detailnya masih menunggu," kata Kompol Arief.
Menurutnya barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain golok kemudian pisau, baju yang dikenakan tersangka, saat melakukan eksekusi. "Kemudian alat pel, alat pel ini digunakan tersangka untuk membersihkan darah, berikut adalah ponsel tersangka," tukas Kompol Arief.
Kontributor: Rubiakto
Baca Juga: PSI Depok Sayangkan Pernyataan Presiden Jokowi, Terkait Apa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon
-
BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia