Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Jum'at, 27 Oktober 2023 | 14:05 WIB
Prof Dr Titik Pudjiastuti (tengah) ahli filologi dan kodikologi FIB UI bersama tim pengmas FIB UI. (ANTARA/HO-Humas UI).

"Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang berkelanjutan untuk mengungkapkan khazanah naskah di wilayah Bogor dan sekitarnya," imbuhnya.

Seperti diketahui, Bogor merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah peradaban kebudayaan Jawa Barat, sejak masa kerajaan hingga masa kolonial. Terbilang cukup banyak peninggalan sejarah masa lalu yang terdapat di wilayah Bogor, di antaranya adalah naskah kuno.

Karenanya, untuk menggali khazanah naskah kuno di wilayah Bogor, Tim pengabdian kepada masyarakat (pengmas) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI bersama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan tersebut turut dihadiri pustakawan, kelompok komunitas, dan pemangku adat di daerah Bogor.

Baca Juga: Store Uniqlo Terdekat di Bogor, Di Mana Lokasinya?

Dr Munawar Holil M Hum, menyebutkan khazanah naskah Sunda cukup banyak. Khusus di Perpustakaan Universitas Leiden terdapat 789 naskah, sedangkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tercatat ada 404 naskah.

Dosen UI sekaligus Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara ini mengungkapkan, selain tersimpan di lembaga, masih cukup banyak naskah Sunda yang menjadi koleksi masyarakat.

Sementara itu, ahli filologi dan kodikologi FIB UI, Prof Dr Titik Pudjiastuti menyampaikan masyarakat bisa secara mandiri melakukan perawatan naskah dengan bahan yang sederhana.

Beberapa bahan yang diperlukan untuk merawat naskah secara tradisional, misalnya merica, cengkih, kapur sirih, arang, kain has, dan atau silica gel. (ANTARA)

Baca Juga: Soroti Kekeringan di Kabupaten Bogor, Kemensos Salurkan Air Bersih di 34 Lokasi

Load More