SuaraBogor.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan bahwa gempa bumi berkekuatan 4,7 Magnitudo tadi pagi bukan berasal dari gempa Vulkanik Gunung Salak.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Salak PVMBG, Yuda Pratama menyebut, gempa yang menggetarkan wilayah Sukabumi-Bogor merupakan gempa tektonik di Sukabumi.
"Untuk pusat gempa nya ada di darat 20 Km Barat Laut Kabupaten Sukabumi. Kalau di pos kami (pantauan Gunung Salak), terasa kecil karena gempanya dari darat disebutnya gempa tektonik. Bukan dari tubuh Gunung Salak (Vulkanik)," kata Yuda, Kamis (14/12/ 2023)
Yuda menyampaikan, berdasarkan pantauan hari ini, situasi Gunung Salak masih terbilang aman dari ancaman gempa Vulkanik.
Baca Juga: Tenteng Celurit, Penodong Sadis di Pasir Gaok Bogor Babak Belur Diamuk Massa
"Untuk Gunung Salak, statusnya itu level 1. Dalam keadaan normal. Saat ini kami, pantau tidak ada aktivitas yang meningkat, apalagi Gempa Vulkanik di Gunung Salak," papar dia.
Ia memaparkan, imbauan untuk menjauh dari kawasan kawah di sekitar Gunung api Salak memang sudah sejak dari lama diimbau PVMBG.
"Sebenarnya rekomendasi PVMBG sendiri, kami menganjurkan 0,5 sampai 1, 5 kilometer itu sebenarnya kita tidak boleh mendekati kawah," papar dia.
"Untuk Gunung Salak itu kan aktif jadi sebenarnya tidak boleh ke kawah itu. Jadi untjk informasi harian kami pun bahwa dalam jarak 1,5 meter tidak boleh ke kawah," lanjutnya.
Imbauan itu dikarenakan erupsi freatik atau semburan lumpur atau uap air di kawah tersebut akan berdampak buruk pada manusia.
Baca Juga: Diguncang Gempa Magnitudo 4,7, Ini Status Gunung Salak Hari Ini
"Beda dengan Erupsi Magmatik, kalau magmatik yang kawahnya itu ada di atas gunung, kaya lahar . Oleh karena itu dilihat juga perkembangan vulkaniknya. Tapi sampai saat ini banyak gempa dari luar (Gunung Salak) bukan dari dalam," tutup dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Jalur Puncak Hari Ini: Pemudik Balik Campur Wisatawan, Macet Tak Terhindarkan?
-
Menlu Sugiono Pastikan Belum Ada WNI yang Menjadi Korban Jiwa dalam Musibah Gempa Myanmar
-
Hari Ini, Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai
-
Kades di Bogor Terbukti Minta THR Rp165 Juta ke Perusahaan, Rudy Susmanto Perintahkan Inspektorat
-
Kepadatan Puncak Bogor Tak Terbendung, One Way Arah Jakarta Diperkirakan Sampai Pukul 18.00 WIB