SuaraBogor.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, meminta Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu membangun sinergi dengan akademisi, dan praktisi bidang pertanian untuk membangun ekosistem pertanian modern di Kabupaten Bogor. Hal tersebut sekaligus merepons pernyataan Pj Bupati soal menurunnya produktivitas pertanian di Bogor selama 10 tahun terakhir.
"Apa yang disampaikan Pj Bupati Bogor soal menurunnya produktivitas pertanian kita dalam 10 tahun terakhir harus direspons secara positif. Kita memang harus membangun desain pertanian kita sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini sambil menjaga keseimbangan lingkungan," kata Rudy Susmanto, Selasa 30 Januari 2024.
Selain menjaga alih fungsi lahan pertanian, kata Rudy, Pemkab Bogor harus memajukan sektor pertanian dengan teknologi tepat guna, baik dari segi mesin, pengendalian hama penyakit sampai panen dan pasca panen. Karena itu, keterlibatan para ahli diperlukan untuk mengedukasi petani.
"Pertanian kita harus dimodernisasi, teknologinya, perlakuan atau cara perawatan dan budidayanya. Faktor yang mendukung pertanian modern adalah Sumber Daya Manusia (SDM), benih berkualitas tinggi, hasil pertanian yang berkualitas, serta mekanisasi berteknologi tinggi," kata Rudy.
Rudy mengakui, pemerintah telah menjalanakan peranan memajukan pertanian modern. Namun, berkaca pada data-data statistik upaya ini perlu diintensifkan lagi.
Sebelumnya, Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu menyampaikan bahwa produktivitas pertanian di Kabupaten Bogor Bogor menurun dalam 10 tahun terakhir.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan koordinasi dengan para penyuluh pertanian di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa 30 Januari 2024.
"Kondisi pertanian hari ini tadi dari evaluasi BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa memang secara PDRB kita naik meningkat tetapi dari sisi produktivitas kita turun ini," papar dia.
Asmawa Tosepu menyampaikan, turunnya produktivitas pertanian di Kabupaten Bogor menjadi tantangan besar bagi penyuluh pertanian yang ada di Kabupaten Bogor. Asmawa berharap, penyuluh bekerja lebih keras untuk meningkatkankan produktivitas yang pada ujungnya, komoditas pertanian itu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor.
"Ini menjadi tantangan besar bagi para penyuluh karena sesungguhnya mereka lah garda terdepan unjuk tombak dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian," papar dia.
Ia menyebut, turunnya produktivitas pertanian itu disebabkan, antara lain karena berkurangnya luas lahan pertanian. Sementara dibagian lain, masih ada lahan yang belum efektif pemanfaatannya.
"Salah satunya yang muncul yang ada dihadapan kita bagaimana lahan-lahan pertanian produktif ini kemudian menjadi kawasan permukiman," jelas Asmawa.
Oleh karenanya, Asmawa Tosepu berjanji akan meninventarisir lahan-lahan pertanian yang digunakan untuk kepentingan di luar pertanian.
"Oleh karena itu tadi menjadi masukan bagi dari para penyuluh dari para petani bahwa pemerintah Kabupaten bogor hendaknya seleksi ketat kepada pihak pihak yang ingin mengembangkan kawasan pertanian khususnya pertanian produktif menjadi kawasan permukiman," tegas dia.
"Kami sudah tugaskan ekbang untuk seleksi ketat memfilter mana mana perizinan yang akan menggunakan lahan produktif pertanian yang berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman atau perumahan," tutup Asmawa Tosepu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dari Potensi Lokal ke Ekonomi Kuat, Desa Pajambon Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Viral, Siswa SMAN 1 Parung Layangkan Surat Terbuka ke Kepsek, Ini Isinya!
-
Viral! Nama Bupati Bogor Dicatut Jadi Pembina Media Milik Oknum Terduga Mafia Obat & Gas Elpiji