Hairul Alwan
Jum'at, 02 Februari 2024 | 15:31 WIB
Sekjen PSSI, Yunus Nusi. (pssi.org)

SuaraBogor.id - Penangkapan dokter gadungan Elwizan Aminudin di rumahnya di Cibodas, Bogor, Jawa Barat, pada 24 Januari yang lalu diapresiasi Sekretaris Jendral atau Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Seperti diketahui, Elwizan Aminudin menjadi dokter selama 8 tahun sejak 2013-2021 dengan modus memalsukan ijazah kedokteran dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan juga sejumlah klub menjadi korban yang pernah dikelabui dokter gadungan tersebut.

"PSSI tentu senang dan terima kasih dengan kepolisian akhirnya bisa menangkap Elwizan Aminuddin. Bukan hanya PSSI, tetapi juga banyak klub yang kena tipu," kata Yunus Nusi dikutip dari ANTARA, Jumat (2/2/2024).

Yunus Nusi juga mengungkap Elwizan Aminuddin sempat menjadi dokter Timnas Indonesia sebelum Covid melanda Indonesia menggunakan modusnya.

"Dia pernah menjadi dokter timnas sebelum covid melanda Indonesia. Modusnya adalah memalsukan ijazah kedokteran dari Universitas Syahkuala, Banda Aceh, sehingga klub percaya saat itu," imbuh Yunus Nusi.

Pihak-pihak yang terkena korban di antaranya adalah Persita Tangerang, Barito Putra, timnas U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, kembali ke timnas U-19, Kalteng Putra, dan terakhir PSS Sleman.

Yunus memastikan, nantinya jika ada beberapa pihak yang masuk seperti contoh di timnas, pihaknya akan melakukan cross check asal usul yang bersangkutan pada universitas tempat menimba ilmu, pada Ikatan Dokter Indonesia, hingga lembaga-lembaga terkait.

"Kasus ini pasti akan menjadi perhatian PSSI. Saat ini kalau masuk ofisial timnas akan diselidiki asal usul yang bersangkutan," papar Yunus.

Kata Yunus, setiap ada yang masuk akan ditelusuri hingga ke institusi pendidikannya hingga ke organisasi profesi yang bersangkutan.

"Contoh kalau dia lulusan FKUI, kita akan tanyakan ke FKUI. Benar atau tidak. Kita juga tanyakan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kita juga tanyakan ke lembaga-lembaga terkait. Kemudian pengalaman dia," ujar Yunus.

"Sekarang setiap dokter dan fisio yang mau bertugas di klub Liga 1 ,2 dan 3, apalagi di timnas indonesia harus terlebih dulu menyerahkan foto kopi ijazah dokter yang sudah di legalisir oleh Fakultas Kedokteran tempat dia kuliah," lanjutnya.

Terakhir, menurut Yunus, selain mempunyai surat tanda register (STR), baik untuk dokter maupun fisioterapis juga harus mempunyai surat izin praktik (SIP) yang masih berlaku.

Load More