SuaraBogor.id - Pemerintah Kota atau Pemkot Bogor mengantisipasi kerawanan pohon tumbang untuk mencegah adanya korban jiwa.
Beberapa hari lalu, seorang pengendara motor bernama Andika (19) tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan KS Tubun, Kota Bogor, Jawa Barat.
Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengatakan, untuk mengantisipasi adanya korban jiwa lagi ia sudah menugaskan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperimkim) Kota Bogor melakukan monitoring terhadap pohon-pohon yang sudah rapuh.
"Saya sudah menugaskan kepada Dinas Perumkim untuk melakukan monitoring bagi pohon-pohon yang disepanjang jalan sekiranya rawan yang sudah rapuh, lapuk, usianya tua dan lain sebagainya. Agar tidak memakan korban kembali," katanya dikutip Metropolitan.id (Jaringan SuaraBogor.id)
Sementara untuk jalan-jalan nasional yang kewenangan pemeliharaannya ada di pemerintah pusat, Pemkot Bogor akan bersurat untuk meminta izin melakukan pemeliharaan.
"Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, tapi tetap agar kita cepat kita juga tinggal nanti surati untuk minta izin kita lakukan peneliharaan," ungkapnya.
Ia juga meminta perangkat daerah termasuk yang berada di wilayah lebih sensitif berkaitan dengan bencana apapun jenisnya.
"Curah hujan deras dan lain sebagainya untuk melakukan patroli, agar reaksi ketika ada kejadian bisa lebih cepat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cek Harga Bahan Pokok di Bogor Jelang Idul Adha
-
Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cianjur, Diduga Mengantuk Saat Berkendara
-
Negosiasi Mulus, Sampah Kota Bogor Tak Lagi Menggunung, Hery: Sopir Truk DLH Kembali Bekerja
-
Angkot Tabrak Pemotor Hingga Tewas di Jalan Ahmad Yani Bogor
-
Siapa Pj Wali Kota Bogor Pengganti Bima Arya?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri
-
Nama Disebut di Pidato Kenegaraan, Realitas Hidup Susanah Tetap Bertumpu Pada Upah Rp700
-
Disebut Pengupas Bawang oleh Prabowo, Susanah Ternyata Penjahit Lap dan Pencuci Ompreng SPPG
-
Baru Jadi Dirusak Tangan Jahil, Mural Kemerdekaan Bawah Flyover Cileungsi Jadi Korban Vandalisme