Rezky Pratama berujar, ada rasa takut sebelum dirinya berangkat kerja karena mendapatkan tugas untuk melakukan pemantauan pendistribusian logistik Pemilu yang berupa kotak surat beserta isinya.
Kata 'Bismillah' saat akan berangkat menuju pekerjaan pun diucapkan Eky. Dalam hatinya meyakini bahwa tugas berat mengawal kotak suara dari gudang logistik bisa sampai ke kecamatan (PPK), pun juga TPS bisa berjalan dengan lancar pun aman.
Meski dalam hati dan pikiran selalu terbayang 'bahaya mengintai' saat dalam perjalanan menuju pekerjaan (Gudang Logistik KPU Kabupaten Bogor). Karena dia mendapatkan tugas untuk mengawal dan memastikan logistik Pemilu 2024 aman hingga tak ada masalah sedikitpun.
Sesampainya di gudang Logistik Pemilu, rasa was-was mulai menghantui, tapi dengan melihat semangat rekan kerja serta pihak kepolisian yang turut ikut mengawal perasaan itu sedikit mulai hilang.
Baca Juga: Progres Pembangunan Tol Bocimi Seksi III Capai 89 persen, Target Operasi Penuh 2026
Namun, saat logistik Pemilu satu per satu mulai masuk mobil, dia meyakini bahwa tugas tersebut tidak sebanding dengan banyaknya korban meninggal dunia para petugas KPPS.
Kata "Logistik siap" untuk di distribusikan ke wilayah bagian Kabupaten Bogor Barat itu, tentunya memacu semangat pria yang dikenal baik dengan tetangga tersebut.
Selama perjalanan tentu tak lepas dari perasaan was-was meski ada pihak kepolisian yang turut mendampingi dalam pendistribusian logistik Pemilu itu.
Apalagi, jarak yang harus ditempuh untuk sampainya logistik itu sangat jauh (Ke kecamatan wilayah Bogor Barat), seperti pengiriman ke Kecamatan Sukajaya merupakan ujung wilayah Kabupaten Bogor berbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten.
Rintangan demi rintangan seperti kemacetan di sepanjang Jalan Dramaga, Ciampea Bogor merupakan sebuah langganan, karena Eky setiap hari selalu melewati jalur 'neraka' (Sering disebut jalur neraka karena selalu macet) tersebut.
Baca Juga: Geger Pemakaman di Belakang Perumahan Eksklusif, Konsumen Pandak Village Lapor Polisi
Tak hanya itu, kekhawatiran akan kondisi jalan yang terjal menuju Kecamatan Sukajaya pun menjadi tantangan bagi tim nya, apalagi wilayah tersebut masuk dalam zona merah pergerakan tanah.
Berita Terkait
-
Hari Ini, Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
AI Mengguncang Dunia Seni: Kreator Sejati atau Ilusi Kecerdasan?
-
Kronologi Kades Klapanunggal Minta Jatah Rp165 juta ke Perusahaan Berkedok THR
-
Escape to Bogor: 7 Tempat Wisata Sejuk untuk Refreshing Saat Libur Lebaran
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai
-
Kades di Bogor Terbukti Minta THR Rp165 Juta ke Perusahaan, Rudy Susmanto Perintahkan Inspektorat
-
Kepadatan Puncak Bogor Tak Terbendung, One Way Arah Jakarta Diperkirakan Sampai Pukul 18.00 WIB
-
Kang Dedi Mulyadi Lapor! Ada Dugaan Pemotongan THR Sopir Angkot di Puncak Bogor
-
Puncak Macet Parah! One Way Diberlakukan Sampai Sore Nanti