SuaraBogor.id - Ratusan siswa Muhammadiyah Boarding School Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyelamatkan diri dari bencana alam saat simulasi gempa bumi yang berlangsung di hadapan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Orang nomor dua di RI ini terlihat secara langsung menyaksikan gempa bumi yang disimulasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.
Wapres yang didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin dan Pj Bupati Bogor Bachril Bakri melihat kesiapan para siswa berbondong-bondong keluar kelas dan berkumpul di satu titik ketika terjadi gempa bumi.
Dalam simulasi tersebut, tim BPBD langsung mengkoordinasikan kepada tim kesehatan untuk melakukan penanganan terhadap beberapa korban yang mengalami patah tulang akibat guncangan gempa.
BPBD Kabupaten Bogor juga menampilkan pendirian tenda darurat di halaman sekolah dengan durasi singkat sekitar delapan menit. Tenda tersebut kemudian diisi para siswa yang telah menyelamatkan diri dari gempa.
Wapres menyebutkan simulasi penanganan bencana ini untuk memberikan edukasi kepada para siswa, mengingat kondisi cuaca beberapa waktu ke depan berpotensi menyebabkan bencana alam.
"Di bulan-bulan ini dan di Jawa Barat sedang banyak kejadian-kejadian rawan bencana, dan hari ini sekalian memberikan edukasi tentang kebencanaan kepada santri-santri yang ada di sini," kata Wapres Gibran.
Ia berharap setelah pelaksanaan simulasi penanganan kebencanaan, para siswa tidak panik ketika dihadapkan dengan bencana sehingga dapat melakukan penyelamatan diri dengan baik.
Selain menyaksikan simulasi penanganan bencana, Wapres juga melakukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis dengan menu seharga Rp11 ribu per porsi di Muhammadiyah Boarding School.
Baca Juga: Dishub: Mobil Besar Tak Boleh Lewat Jalur Alternatif Puncak Bogor
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menyebutkan daerah tersebut tergolong rawan terjadi bencana alam. Selama tahun 2024 sudah terjadi sekitar 1.800 bencana alam di kabupaten itu.
"Kita sedang siaga hidrometeorologi, karena ini curah hujannya tinggi bagaimana peringatan dari BMKG, bulan ini adalah puncaknya hujan, dan akan diperkirakan ada hujan ekstrem," kata Ade Hasrat. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Ubud-nya Bogor! 5 Rekomendasi Homestay di Desa Wisata Malasari Nanggung untuk Healing Maksimal
-
Hasil Autopsi Wanita yang Dibuang di Sholeh Iskandar, Patah Tulang Ekor dan Pendarahan Otak
-
Polres Bogor Temukan Unsur Pidana Pelecehan di Ponpes Ciawi, 3 Laporan Resmi Diproses
-
50 Persen Truk Sampah Kota Bogor Rusak, Lubang Body Cuma Ditambal Kardus
-
Febry Ambon Ngaku Lempar Anggi Auliya dari Tol BORR Saat Masih Hidup, Motif Sakit Hati Terungkap