SuaraBogor.id - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Budi Arie Setiadi menerima audiensi Walikota Terpilih Jawa Barat, Dedie A. Rachim, beserta jajarannya di Jakarta.
Pertemuan ini membahas perkembangan koperasi di Kota Bogor serta strategi peningkatan kapasitas koperasi dari segi usaha, permodalan, hingga jumlah anggota.
Menkop Budi Arie menekankan pentingnya peran koperasi dalam mendukung program pemerintah, salah satunya distribusi bahan baku untuk program makan bergizi gratis. Ia berharap koperasi dapat menjadi bagian dari rantai pasokan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Koperasi harus menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mendukung kebijakan pemerintah seperti program makan bergizi gratis," ujar Budi Arie.
Dalam audiensi tersebut, juga dibahas langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing koperasi agar dapat lebih berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Dedie A. Rachim menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan koperasi di Kota Bogor.
"Kota Bogor memiliki potensi besar dalam sektor koperasi. Kami ingin memastikan koperasi di Bogor dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian daerah," ungkap Dedie.
Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi koperasi, yang dibahas secara tertutup. Pemerintah Kota Bogor diharapkan dapat memberikan perhatian lebih dalam menyelesaikan kendala-kendala yang menghambat pertumbuhan koperasi.
Harapannya, koperasi yang sudah eksis dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka, baik koperasi simpan pinjam maupun koperasi serba usaha, sehingga mampu menopang kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan potensi yang dimiliki Kota Bogor, koperasi diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong.
Baca Juga: Prabowo Minta Efisiensi Anggaran, Apdesi Bogor Malah Minta Tambah Mobil Desa Jadi Dua
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan dan Minuman ke Labkesda
-
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda
-
BRI Andalkan Fundamental Kuat untuk Topang Pertumbuhan Jangka Panjang dan Buyback Saham