SuaraBogor.id - Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono menyebut mengungkap alasan polisi batal melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk penyebab kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi.
Dia menjelaskan, kondisi Bendi Wijaya sopir truk aqua saat ini tidak memungkinkan untuk diminta keterangan oleh pihak kepolisian. Sebab, kata dia, Bendi masih dalam keadaan kritis.
"Diduga tersangka si sopirnya belum bisa diminta keterangan, karena masih dirawat di rumah sakit. Kalau orang sakit kan ga bomeh diperiksa, harus dalam keadaan sehat," kata dia.
Ia menyebut, pemeriksaan Bendi Wijaya belum disa ditentukan kapan dilakukan. Kompol Yudiono menyebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan jika sudah diizinkan dokter.
"Rencana hari ini tapi belum keluar dari rumah sakit. Tapi kita sudah layangkan surat untuk pemanggilan jadi saksi, cuma dokter beralasan yang bersangkutan masih dirawat, tunggu sampe sembuh," jelas dia.
"Iya (beri surat panggilan lagi) yang penting kan kita sudah buat surat panggilan kni untuk memberikan informasi sebagai saksi. Nanti kalau dia ini kita panggil lagi sampe nanti dia sembuh baru kita panggil," tutup dia.
Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo menjelaskan, peristiwa kecelakaan di ruas jalan Tol Bogor Jakarta tepatnya di Gate Tol Ciawi 2 terjadi pada Selasa sekitar pukul 23.30 WIB.
Kecelakaan maut yang menghancurkan bangunan gerbang tol itu juga melibatkan sebanyak enam unit kendaraan, tiga diantaranya rusak terbakar dan tiga lainnya mengalami kerusakan.
Saat itu truk dengan muatan galon melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta, kemudian mengalami rem blong tepat di gerbang tol.
Baca Juga: Polisi Tunda Pemeriksaan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Ciawi
"Diduga kendaraan tersebut mengalami gagal fungsi rem (rem blong) sehingga menabrak rangkaian kendaraan yang sedang melakukan transaksi (pembayaran e-tol) tiga kendaraan hancur terbakar, tiga kendaraan lainnya mengalami kerusakan," ujar Kombes Eko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor
-
Personel Masih Minim, BPBD Kota Bogor Kewalahan Hadapi Bencana Serentak