Andi Ahmad S
Kamis, 11 Juni 2026 | 21:56 WIB
Ilustrasi listrik padam di Jabodetabek
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menegaskan pemadaman listrik di Jabodetabek selama sepekan terakhir disebabkan oleh adanya gangguan teknis pada sistem kelistrikan.
  • Pemerintah membantah isu krisis pasokan batu bara karena stok bahan baku untuk PLTU dipastikan masih dalam kondisi aman.
  • Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengatasi kendala teknis agar pemadaman listrik tidak terulang kembali di masa depan.

SuaraBogor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi tegas terkait penyebab pemadaman listrik bergilir yang melanda kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dalam sepekan terakhir.

Pemerintah membantah isu yang menyebutkan bahwa krisis pasokan batu bara menjadi pemicu utama matinya aliran listrik ke pelanggan.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa stok komoditas energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih dalam kondisi aman.

Menanggapi kabar yang beredar di masyarakat mengenai menipisnya cadangan bahan baku pembangkit, Dwi Anggia memastikan informasi tersebut tidak berdasar.

Berdasarkan data pantauan kementerian, distribusi batu bara tetap berjalan sesuai skema yang ditetapkan.

“Tidak ada batu bara menipis. Kalau ada isu-isu yang menyebutkan akan ada pemadaman karena stok habis, itu tidak benar. Dipastikan tidak benar,” ujar Dwi Anggia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Anggia menyampaikan pemadaman bergilir di kawasan Jabodetabek disebabkan oleh gangguan teknis.

Terkait permasalahan tersebut, Anggia menyampaikan pemerintah sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak berulang.

“Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman, itu juga tidak benar. Dipastikan tidak benar,” ucap Anggia.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Tarif Resmi Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas Sesuai PP Terbaru

Ia juga menegaskan di tengah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara yang masih terus berproses, tidak terdapat permasalahan dengan stok batu bara.

“Apalagi Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini kan ada relaksasi bertahap, ya,” kata dia.

Pernyataan tersebut terkait dengan pemadaman listrik yang dialami oleh masyarakat di sebagian kawasan Jabodetabek. Pemadaman listrik telah berlangsung dalam sepekan dengan durasi yang beragam.

Di luar kawasan Jabodetabek, juga terdapat keluhan masyarakat yang mengalami mati listrik di Cianjur, Jawa Barat; Semarang, Jawa Tengah; Madura, Jawa Timur; serta sejumlah wilayah lainnya.

Terkait dengan pemadaman bergilir tersebut, muncul kabar bahwa pemadaman listrik disebabkan oleh krisis pasokan batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Untuk pasokan batu bara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan memberlakukan relaksasi kuota produksi batu bara menyusul kenaikan harga komoditas tersebut akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. [Antara].

Load More