SuaraBogor.id - Membangun rumah impian dengan anggaran terbatas bukan hal mustahil jika tahu strategi membeli bahan bangunan.
Banyak orang berpikir membangun rumah selalu butuh modal besar, padahal bisa disiasati dengan perencanaan matang.
Langkah pertama adalah membuat daftar kebutuhan bahan bangunan secara rinci sesuai desain rumah yang diinginkan.
Dengan daftar tersebut, kamu bisa menghindari pembelian barang yang tidak dibutuhkan atau melebihi anggaran.
Pastikan juga sudah ada rencana rumah, baik dalam bentuk gambar kasar atau dari arsitek terpercaya.
Rencana ini penting agar kamu tahu volume bahan bangunan yang dibutuhkan dan bisa dihitung dengan cermat.
1. Survei Harga di Banyak Tempat
Jangan langsung membeli bahan bangunan di toko pertama yang kamu datangi.
Bandingkan harga di beberapa toko bangunan terdekat atau melalui marketplace bahan bangunan online.
Baca Juga: Tips Bangun Rumah di Tepi Sawah yang Instagramable dan Nyaman Ditinggali
Selisih harga antar toko bisa cukup signifikan, terutama untuk semen, pasir, bata, dan keramik.
Buat daftar harga dari tiga sampai lima toko berbeda lalu tentukan mana yang paling masuk akal.
Namun, jangan tergiur harga murah jika kualitas barang tidak sesuai. Tetap prioritaskan mutu bahan.
Kualitas bahan bangunan yang baik justru membuat rumah tahan lama dan menghindari biaya perbaikan di masa depan.
2. Beli Secara Bertahap Sesuai Kebutuhan
Tidak semua bahan bangunan harus dibeli sekaligus di awal pembangunan.
Kamu bisa membeli bahan sesuai tahapan pembangunan rumah, mulai dari fondasi hingga finishing.
Strategi ini menghindarkan dari pemborosan atau kerusakan bahan akibat terlalu lama disimpan.
Misalnya, untuk tahap awal cukup beli pasir, semen, dan batu bata untuk pengerjaan pondasi dan struktur.
Saat masuk ke tahap dinding dan atap, baru beli bahan seperti rangka baja ringan dan genteng.
Untuk bagian akhir seperti keramik dan cat, belilah menjelang proses finishing.
3. Manfaatkan Diskon dan Promo dari Toko Bangunan
Jangan lupa cek promo atau diskon yang sering ditawarkan toko bangunan, terutama saat akhir tahun.
Kadang toko memberikan potongan harga besar untuk pembelian dalam jumlah banyak.
Jika menemukan promo menarik, manfaatkan momen tersebut untuk membeli bahan tertentu.
Beberapa toko bangunan juga menawarkan cashback atau potongan ongkos kirim. Ini bisa menghemat banyak pengeluaran.
Kamu bisa tanya langsung ke pemilik toko atau cek media sosial mereka untuk update promo terbaru.
Tapi ingat, tetap prioritaskan bahan yang memang dibutuhkan saat itu agar tidak mubazir.
4. Pertimbangkan Membeli Barang Bekas Berkualitas
Tidak semua bahan bangunan harus baru. Ada beberapa komponen rumah yang bisa dibeli bekas namun tetap layak pakai.
Misalnya pintu, jendela, kerangka besi, atau bahkan kusen kayu.
Kamu bisa mendapatkannya dari proyek bongkaran rumah atau toko barang bekas berkualitas.
Pastikan kondisi bahan bekas tersebut masih bagus dan tidak membahayakan konstruksi rumah.
Pilih bahan bekas yang masih kokoh, tidak berjamur, dan mudah dipasang kembali.
Biasanya, bahan bekas bisa dibeli dengan harga 40-60 persen lebih murah dari harga baru.
5. Ajak Tukang atau Kontraktor Berpengalaman Saat Belanja
Jika kamu kurang paham soal kualitas bahan, ajak tukang atau kontraktor saat berbelanja.
Mereka biasanya tahu mana merek bahan bangunan yang bagus dan harganya masih terjangkau.
Pendapat tukang berpengalaman bisa membantumu menghindari pembelian barang yang tidak sesuai kebutuhan.
Mereka juga tahu toko mana yang sering memberikan harga grosir atau diskon proyek besar.
Namun, tetap pastikan kamu punya kendali atas pengeluaran agar tidak melebihi anggaran.
Berikan batasan dan diskusikan alokasi dana secara terbuka dengan tukang atau kontraktormu.
6. Pilih Material Lokal yang Mudah Didapatkan
Bahan bangunan lokal seringkali lebih murah dan mudah didapatkan dibandingkan material impor.
Contohnya batu bata merah, genteng tanah liat, pasir lokal, atau kayu dari daerah sekitar.
Selain murah, bahan lokal juga biasanya lebih cocok dengan kondisi iklim dan lingkungan sekitar rumah.
Penggunaan material lokal juga menghemat ongkos kirim dan mendukung ekonomi setempat.
Kamu bisa menyesuaikan desain rumah dengan karakter bahan lokal agar tetap estetis.
Diskusikan ide ini dengan tukang agar mereka bisa memaksimalkan kualitas kerja menggunakan bahan lokal.
7. Gunakan Sistem Borongan daripada Harian
Salah satu pengeluaran besar saat membangun rumah adalah biaya tenaga kerja atau tukang.
Untuk kamu yang punya modal terbatas, sebaiknya gunakan sistem borongan tenaga dan material.
Sistem ini membuat kamu tahu berapa total biaya dari awal tanpa takut ada pembengkakan di tengah jalan.
Namun, pilih pemborong yang memiliki reputasi baik dan sudah berpengalaman membangun rumah sederhana.
Mintalah kontrak kerja tertulis agar kedua pihak sama-sama terlindungi jika terjadi masalah.
Sistem borongan biasanya lebih efisien untuk rumah ukuran kecil atau sedang.
8. Hindari Material yang Estetik tapi Mahal
Saat membangun rumah, godaan memilih material mahal demi estetika sering kali tak terelakkan.
Misalnya memilih marmer untuk lantai atau kaca patri untuk jendela.
Kalau anggaran terbatas, sebaiknya hindari opsi-opsi ini dan cari alternatif lebih murah.
Untuk lantai, gunakan keramik biasa yang harganya jauh lebih rendah dari marmer.
Untuk jendela, pilih kaca polos dengan desain minimalis yang tetap terlihat modern dan elegan.
Estetika bisa tetap didapatkan tanpa harus mengorbankan keuangan.
9. Rajin Cek Marketplace Bahan Bangunan Online
Saat ini banyak marketplace yang menjual bahan bangunan dengan sistem lelang atau diskon besar.
Kamu bisa memanfaatkannya untuk membeli bahan tertentu dengan harga lebih miring.
Tapi tetap pastikan toko online tersebut terpercaya dan memiliki ulasan positif dari pembeli lain.
Keuntungan lain dari belanja online adalah bisa membandingkan harga dan produk dengan mudah.
Namun pastikan juga ongkos kirim tidak lebih mahal dari selisih harga barangnya.
Selalu cek ketentuan retur jika barang tidak sesuai atau rusak saat diterima.
Membangun rumah dengan anggaran pas-pasan butuh strategi, kesabaran, dan riset menyeluruh.
Mulai dari survei harga, memilih material lokal, hingga memanfaatkan diskon dan marketplace online.
Dengan cara-cara di atas, kamu bisa mewujudkan rumah impian tanpa harus menumpuk utang.
Ingat, rumah nyaman tak harus mahal. Yang penting kokoh, sehat, dan sesuai kemampuan finansialmu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Bupati Rudy Susmanto Turun Gunung Sidak Pergeseran Tanah dan Perangi Jual Beli Kapling Ilegal
-
Tutup Usia 100 Tahun, Istri Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Akan Dimakamkan di Tajurhalang Bogor
-
Program Klasterku Hidupku BRI Naikkelaskan Petani Buah Naga di Banyuwangi
-
Didampingi BRI, Petani Buah Naga Banyuwangi Tembus Pasar Lebih Luas
-
Berpulang di Usia Satu Abad, Eyang Meri Istri Jenderal Hoegeng Sosok Teladan Integritas