SuaraBogor.id - Beberapa hari terakhir, sejumlah kota besar di Indonesia diguncang oleh gelombang unjuk rasa yang berujung anarkis. Asap gas air mata, puing bangunan yang hangus, dan bentrokan antara massa dengan aparat menjadi pemandangan yang tak terhindarkan.
Namun, di balik rentetan peristiwa panas ini, tersimpan sejumlah fakta menarik dan terkadang ironis yang perlu kita cermati.
Berikut adalah 6 fakta penting di balik gelombang demo yang terjadi.
1. Pemicunya Solidaritas, Bukan Isu Politik Elit
Berbeda dari banyak demo besar sebelumnya yang dipicu isu politik seperti UU Cipta Kerja atau Pilpres, gelombang kali ini lahir dari rahim solidaritas akar rumput.
Kematian seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan di Jakarta menjadi pemantik utama. Peristiwa ini berhasil menyatukan dua kekuatan massa besar para pengemudi ojol yang solid dan mahasiswa yang idealis. Solidaritas lintas profesi dan generasi ini menjadi bahan bakar utama yang membuat skala aksi menjadi masif di berbagai daerah.
2. Aset Sejarah dan Ikon Kota Jadi Korban Bisu
Amuk massa tidak hanya menyasar simbol-simbol negara. Di Bandung, sebuah bangunan cagar budaya aset milik MPR RI di Jalan Diponegoro ludes terbakar.
Tidak hanya itu, Rumah Makan Sambara yang ikonik juga menjadi korban. Kerugiannya bukan lagi sekadar materi, tetapi juga hilangnya aset sejarah dan memori kolektif warga kota.
Baca Juga: Diterpa Isu Mundur, Kapolri Jenderal Sigit Jawab Tegas: Kita Prajurit, Kapan Saja Siap
Ini menjadi pengingat tragis bahwa dalam anarkisme, yang hancur bukan hanya target kemarahan, tetapi juga identitas sebuah kota.
3. "Anomali" Pelaku: Mayoritas yang Ditangkap di Bali Ternyata dari Luar Pulau
Salah satu fakta paling mengejutkan datang dari Bali. Dari 22 orang yang ditangkap Polda Bali karena diduga menjadi pelaku perusakan, hanya 4 orang yang berasal dari Bali.
Sisanya, 18 orang, berasal dari luar pulau. Data ini memicu spekulasi dan pertanyaan serius Apakah kericuhan ini murni luapan emosi massa atau ada pihak-pihak yang sengaja menunggangi aksi untuk menciptakan kekacauan? Fenomena ini menunjukkan betapa rentannya sebuah aksi tulus disusupi oleh provokator.
4. Gedung Dewan Kosong Melompong Saat "Digedor" Rakyat
Ironi terbesar mungkin terjadi di Denpasar. Saat ratusan massa mengepung dan merusak fasilitas di sekitar Gedung DPRD Bali, tak ada satu pun anggota dewan yang berada di dalam.
Tag
Berita Terkait
-
Diterpa Isu Mundur, Kapolri Jenderal Sigit Jawab Tegas: Kita Prajurit, Kapan Saja Siap
-
Kapolri Jenderal Sigit Tegaskan Batas Demo: Aspirasi Kami Lindungi, Anarkisme Jadi Pidana!
-
Beda dari Yang Lain: Duka Ojol Bogor, Datangi Polres, Gelar Sholat Ghaib, Pulang Bawa Beras
-
Fakta Baru Bentrok Maut Jasinga: Korban Tewas Diduga Bawa Parang, Provokator Kabur Matikan HP
-
Update Bentrok Maut Jasinga: Polisi Buru Provokator yang Kabur dan Matikan HP
Terpopuler
- Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
- FC Twente Suntik Mati Karier Mees Hilgers: Dikasih 2 Pilihan Sulit
- Driver Ojol yang Dilindas Rantis Polisi di Pejompongan Tewas!
- Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Bernama Affan Kurniawan
- Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
Pilihan
-
Selamat Tinggal Calvin Verdonk, Perpisahan Lawan Klub Justin Hubner Besok
-
Calvin Verdonk Resmi ke Ligue 1, Gabung LOSC Lille dari NEC Nijmegen
-
Aksi di Polda Bali Ricuh, Massa Lempar Batu Hingga Gerbang Rusak dan Kaca Pecah
-
Gedung DPRD NTB Dibakar, Komputer Hingga Kursinya Dijarah
-
Aksi Demo Polisi Tumpah di Bali, Ratusan Ojol dan Mahasiswa Geruduk Polda Bali
Terkini
-
6 Fakta Menarik di Balik Gelombang Demo Ricuh yang Guncang Indonesia
-
Diterpa Isu Mundur, Kapolri Jenderal Sigit Jawab Tegas: Kita Prajurit, Kapan Saja Siap
-
Kapolri Jenderal Sigit Tegaskan Batas Demo: Aspirasi Kami Lindungi, Anarkisme Jadi Pidana!
-
Beda dari Yang Lain: Duka Ojol Bogor, Datangi Polres, Gelar Sholat Ghaib, Pulang Bawa Beras
-
Geger di Cariu Bogor! Jasad Wanita Ditemukan Telungkup Tersangkut Batu di Sungai Cibeet