-
Bangunan SMKN 1 Gunung Putri, Bogor, roboh akibat cuaca ekstrem (hujan deras/angin kencang) dan dahan pohon tumbang, menyebabkan 44 siswa terluka pada 4 November 2025.
-
Dari 44 korban, sebagian besar (22) mengalami luka ringan dan dirawat di puskesmas, sementara 4 siswa luka berat dirujuk ke RS Hermina/RSUD Cileungsi.
-
Penanganan cepat melibatkan tim gabungan (Damkar, BPBD, SAR, PMI, Polisi), serta munculnya peringatan evaluasi keamanan bangunan sekolah, terutama yang lama.
SuaraBogor.id - Bencana alam yang disebabkan cuaca ekstrem kembali menimbulkan korban di Kabupaten Bogor. Sebuah bangunan di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, roboh pada Senin sore (4/11/2025), tepat saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut. Insiden tragis ini mengakibatkan 44 siswa mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
"Bangunan yang roboh itu satu gedung berisi lima kelas. Kebetulan proses belajar-mengajar sudah selesai. Ada empat kelas masing-masing diisi 36 siswa, sementara satu kelas sedang praktik di luar," ujar Yudi di Bogor pada Senin (4/11/2025).
Yudi menjelaskan, sebagian siswa telah pulang, ada yang berada di mushala, dan sebagian berteduh di sekolah saat kejadian. Namun, tiba-tiba dahan pohon besar di belakang sekolah tumbang dan menimpa salah satu gedung, hingga menyebabkan bangunan tersebut roboh.
"Ketika hujan besar, di belakang ada dahan pohon yang jatuh menimpa gedung, lalu roboh. Anak-anak yang di dalam sebagian menjadi korban," ucapnya.
Total terdapat 44 siswa yang menjadi korban. Dari jumlah itu, 22 orang mengalami luka ringan dan dibawa ke puskesmas setempat, 2 orang luka berat dirujuk ke RS Hermina, 2 lainnya ke RSUD Cileungsi, dan 18 siswa luka ringan dibawa ke Klinik Kenari.
"Sebagian korban sudah mendapatkan perawatan dan ada yang diperbolehkan pulang, sementara yang luka berat masih dirawat di rumah sakit," ungkap Yudi.
Dalam penanganan kejadian ini, Damkar Kabupaten Bogor mengerahkan 20 personel dari tim rescue dan pemadaman. Penanganan juga melibatkan berbagai pihak seperti BPBD Kabupaten Bogor, SAR, relawan, PMI, dan kepolisian, menunjukkan koordinasi yang cepat dan terpadu.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, membenarkan bahwa salah satu bangunan di SMKN 1 Gunung Putri roboh akibat cuaca ekstrem.
Baca Juga: Penutupan Tambang vs Proyek Infrastruktur: Dilema Dedi Mulyadi, Pilih Warga atau Beton?
"Iya benar, kemungkinan bangunan lama," ujarnya.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah sejumlah siswa merekam detik-detik pasca-kejadian yang memperlihatkan kondisi bangunan roboh dan para pelajar berkerumun di area sekolah.
Berita Terkait
-
Penutupan Tambang vs Proyek Infrastruktur: Dilema Dedi Mulyadi, Pilih Warga atau Beton?
-
Kejari Kabupaten Bogor Siap Gasak Koruptor Daerah, Prioritaskan Pengawasan Desa dan KMP
-
Momen Langka di CFD: Duet Tak Terduga Rudy Susmanto dan Ade Yasin Bikin Heboh Warga Bogor
-
CFD Cibinong Uji Coba Terakhir! Rudy Susmanto Bongkar Skema Berbeda
-
Warga Harap Bebas Kendaraan, Bupati Siap Gelar Rapat Finalisasi CFD Cibinong: Kapan Tutup Total?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepeda Harga 1 Jutaan Enteng Banget Saat Menanjak, Kualitas Bukan Kaleng-kaleng
-
4 Poin Utama Penolakan Warga Terhadap Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah di Kayumanis
-
Tolak Bau Busuk, Emak-emak Kayumanis Kompak Hadang Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Bogor
-
Pelaku Pembacokan di Cengkareng Berhasil Diringkus Polisi di Bogor
-
Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Bahas 3 Perda Strategis dan Evaluasi Kinerja Pemkot