-
Peristiwa dugaan kebocoran gas beracun di tambang emas wilayah Nanggung, Bogor, mengakibatkan ratusan orang terjebak. Sebanyak seratus dua puluh orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tragis yang terjadi hari ini.
-
Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami kebenaran informasi mengenai jatuhnya korban jiwa di area tambang Antam. Petugas belum bisa masuk ke lokasi karena kondisi di dalam masih dipenuhi asap pekat.
-
Kapolsek Nanggung menegaskan bahwa jumlah korban dan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan intensif. Informasi yang beredar di pesan berantai media sosial hingga kini statusnya belum bisa dinyatakan akurat.
SuaraBogor.id - Sebuah kabar mengerikan kembali mengguncang jagat maya dan warga Kabupaten Bogor pada Rabu, 14 Januari 2026.
Wilayah Nanggung, yang dikenal sebagai lumbung emas sekaligus sarang aktivitas pertambangan, mendadak menjadi sorotan nasional.
Isu tentang tragedi kemanusiaan menyebar cepat lewat pesan berantai WhatsApp ratusan nyawa dikabarkan terancam akibat jebakan gas beracun.
Informasi awal yang beredar menyebutkan angka yang sangat fantastis dan memilukan. Ada sebanyak 700 orang yang terjebak racun pada gas Antam yang diduga bocor tersebut.
Narasi liar bahkan menyebutkan 120 orang di antaranya telah menjadi korban jiwa. Namun, di tengah kepanikan informasi ini, pihak kepolisian memberikan klarifikasi krusial mengenai siapa sebenarnya orang-orang yang berada di dalam lubang maut tersebut.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, yang terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi bersama tim perusahaan, memberikan pernyataan tegas. Ia meluruskan simpang siur mengenai status para korban.
Berdasarkan data awal dan lokasi kejadian, pihak berwenang memastikan bahwa mereka yang dikabarkan terjebak bukanlah pekerja resmi dari perusahaan pelat merah tersebut.
"Belum tentu gas beracun, belum tentu, kalau yang jelas bukan longsor bukan dan bukan karyawan antam," tambah dia.
Pernyataan ini menguatkan dugaan bahwa insiden tersebut menimpa para penambang emas tanpa izin (PETI) atau yang akrab disebut gurandil oleh warga Jawa Barat.
Baca Juga: Mencekam! Polisi Gagal Tembus Lokasi Gas Bocor PT Antam? Nasib Ratusan Orang Masih Misteri
Para gurandil ini seringkali nekat masuk ke area-area berbahaya atau lubang tikus yang tidak memiliki standar keselamatan kerja (K3), sehingga sangat rentan terpapar gas beracun bawah tanah tanpa peralatan memadai.
Meski telah memastikan status korban bukan karyawan, polisi belum bisa memverifikasi jumlah pasti korban yang viral di media sosial. Upaya petugas untuk masuk ke titik nol kejadian (TKP) terhalang oleh kondisi alam yang ekstrem dan berbahaya.
"Jadi kita juga di antam dengan antam kebetulan kita masih menunggu dari antam juga, kita ga bisa masuk ke dalam masih ada asap," kata AKP Ucup.
Asap tebal yang masih menyelimuti mulut lubang tambang menjadi indikator kuat adanya kebocoran gas atau zat kimia berbahaya. Situasi ini memaksa tim penyelamat untuk menahan diri agar tidak menambah jumlah korban jiwa dari pihak evakuator.
Tantangan lain yang dihadapi aparat adalah lokasi yang terisolir. Akses menuju titik lubang tambang yang diduga menjadi lokasi kejadian sangat sulit dijangkau dan memakan waktu. Hal ini membuat proses pelaporan dan validasi data menjadi lambat.
"Belum kita juga msh di antam ini sama antam. nunggu (laporan) dari pihak antamnya, ini memastikannya ke sana jauh juga," kata dia.
Berita Terkait
-
Mencekam! Polisi Gagal Tembus Lokasi Gas Bocor PT Antam? Nasib Ratusan Orang Masih Misteri
-
Antam Tegaskan Kabar Ledakan Tambang dan Ratusan Orang Terjebak Adalah Hoaks!
-
Jangan Sampai Menginap di Stasiun! Cek Jadwal KRL Terakhir Jakarta-Bogor Malam Ini 13 Januari
-
6 Fakta Mencekam Demo Tambang Cigudeg: Dari Blunder Ucapan Camat hingga Janji Manis Bupati Rudy
-
Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir