-
Kabar mengenai 700 korban terjebak gas beracun di PT Antam Bogor adalah hoaks. Bupati Rudy Susmanto menegaskan angka tersebut merujuk pada level kedalaman tambang, bukan jumlah orang yang menjadi korban.
-
Insiden teknis berupa munculnya asap karbon monoksida memang terjadi pada dini hari dengan kadar gas yang sangat tinggi. Namun, penanganan cepat berhasil menurunkan konsentrasi gas tersebut hingga ke level aman.
-
Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengerahkan armada darurat sebagai langkah antisipasi meskipun tidak ada korban jiwa. Masyarakat dihimbau untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkannya agar tidak memicu kepanikan publik yang luas.
SuaraBogor.id - Kepanikan sempat melanda warga Bogor dan publik di seluruh Indonesia pada Rabu (14/1). Kabar burung yang berhembus kencang menyebutkan adanya tragedi kemanusiaan di mana 700 orang dikabarkan terjebak dan menjadi korban gas beracun di area pertambangan PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung.
Isu ini menyebar liar di media sosial, memicu kekhawatiran keluarga pekerja PT Antam Pongkor Bogor dan masyarakat luas.
Merespons kegaduhan tersebut, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, langsung bergerak cepat.
Tidak menunggu lama, ia bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah terjun langsung ke lokasi kejadian untuk memverifikasi fakta di lapangan.
Dalam konferensi pers darurat yang digelar di Koramil 0621-17 Nanggung, Bupati Rudy menjelaskan akar masalah dari kesimpangsiuran informasi ini.
Ternyata, kepanikan massal ini bermula dari kesalahan interpretasi istilah teknis pertambangan.
"Terkadang apa yang kita dengar lalu tersampaikan ke pihak-pihak yang lain, terdengar bahwa ada korban terjebak 700 orang. Kita pastikan tidak betul," tegas Rudy Susmanto di hadapan awak media.
Rudy meluruskan bahwa angka 700 yang beredar bukanlah jumlah manusia, melainkan penunjuk kedalaman atau lokasi level tambang.
"Yang betul adalah level 700, bukan ada korban 700," jelasnya.
Baca Juga: Bukan 700 Nyawa Melayang, Ternyata Ini Arti 'Angka Keramat' yang Bikin Heboh Tambang Antam Bogor
Fakta ini sekaligus mematahkan narasi horor yang terlanjur viral. Pihak Antam sendiri telah memverifikasi bahwa tidak ada aktivitas penambangan di lokasi tersebut saat asap muncul.
Meski tidak ada korban massal, Rudy membenarkan adanya insiden teknis berupa munculnya asap. Kejadian tersebut berlangsung pada dini hari, pukul 00.30 WIB. Asap tersebut memicu kenaikan konsentrasi gas Karbon Monoksida (CO) hingga ke level yang berbahaya.
"Di lokasi tadi pun sudah disampaikan bahwa kejadian tadi malam tingkat gas CO-nya 1.200, sangat tinggi," papar Rudy.
Angka ini jauh di atas ambang batas aman manusia yang berada di angka 25 ppm. Namun, berkat penanganan cepat, kadar gas terus menurun.
"Sekarang pada saat tadi sebelum maghrib sudah disampaikan sudah turun menjadi 100," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor tidak mau ambil risiko. Saat kabar pertama kali terdengar, seluruh armada penyelamatan langsung dikerahkan. Hal ini menjelaskan mengapa warga melihat banyak kendaraan darurat berlalulalang.
Berita Terkait
-
Bukan 700 Nyawa Melayang, Ternyata Ini Arti 'Angka Keramat' yang Bikin Heboh Tambang Antam Bogor
-
Polisi Sebut Ratusan Korban Yang Diduga Terjebak Gas Beracun Bukan Karyawan PT Antam, Terus Siapa?
-
Mencekam! Polisi Gagal Tembus Lokasi Gas Bocor PT Antam? Nasib Ratusan Orang Masih Misteri
-
Antam Tegaskan Kabar Ledakan Tambang dan Ratusan Orang Terjebak Adalah Hoaks!
-
6 Fakta Mencekam Demo Tambang Cigudeg: Dari Blunder Ucapan Camat hingga Janji Manis Bupati Rudy
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
-
Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus
-
Sentul City Jadi Basis Penipuan Daring, 13 WNA Jepang Diusir dari Indonesia
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4