Andi Ahmad S
Selasa, 13 Januari 2026 | 13:51 WIB
Demo Tambang di Cigudeg Bogor [Diskominfo/HO/SuaraBogor]
Baca 10 detik
  • Komitmen Pembebasan Lahan Bupati Rudy Susmanto menegaskan pembebasan lahan jalur khusus tambang telah dianggarkan dalam APBD 2026 sebagai solusi konkret atas keresahan masyarakat Bogor Barat terkait aktivitas kendaraan tambang.

  • Pemisahan Jalur Transportasi Pembangunan jalan khusus bertujuan memisahkan angkutan tambang dari pemukiman warga guna menjamin keselamatan, kenyamanan, serta mengurangi dampak negatif operasional tambang di jalan umum secara berkelanjutan.

  • Sinergi dan Transparansi Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menjalankan proses secara transparan melalui dialog bersama warga dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat demi kelancaran pembangunan infrastruktur strategis tersebut.

SuaraBogor.id - Awal pekan di wilayah Bogor Barat berubah menjadi situasi yang panas dan mencekam pada Senin (12/1/2026). Ribuan warga yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertambangan turun ke jalan, melumpuhkan akses vital penghubung Bogor - Banten.

Apa yang bermula dari tuntutan isi piring nasi akibat penutupan tambang, berubah menjadi kericuhan yang diwarnai lemparan batu dan gas air mata.

Berikut adalah 6 fakta menarik dan krusial di balik aksi demonstrasi besar-besaran di Cigudeg yang berhasil dirangkum tim redaksi.

1. Jalan Nasional Lumpuh Total oleh "Barikade" Truk Raksasa

Aksi ini tidak main-main. Ribuan warga dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang bersatu memblokade jalan nasional.
Uniknya, mereka menggunakan alat kerja mereka sebagai senjata protes. Simbolis truk tambang juga turut meramaikan aksi demonstrasi tersebut.

Truk-truk raksasa dan kendaraan warga diparkir melintang menutup jalan, ditambah aksi bakar ban yang membuat langit Cigudeg menghitam. Akses lalu lintas pun mati total selama berjam-jam.

2. Tuntutan Hidup Akibat Penutupan Tambang

Pemicu utama amarah warga adalah kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menutup aktivitas tambang.

Ribuan warga itu, menuntut sejumlah tuntutan diantaranya merealisasikan kompensasi akibat penutupan tambang.

Baca Juga: Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini

Selain itu, mereka mendesak agar perusahaan tambang di Rumpin dan Cigudeg dibuka kembali untuk menghidupkan ekonomi masyarakat, serta penyediaan lapangan kerja pengganti bagi warga yang terdampak.

3. Blunder Ucapan Camat Picu Hujan Batu

Situasi yang awalnya berupa orasi panas berubah menjadi anarkis karena satu kalimat. Saat orator Ahmad Gojali alias Bule dan Asep Fadlan menyampaikan aspirasi, Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, naik ke mobil komando. Namun, ucapan Camat Ade Zulfahmi diduga menyakiti hati demonstran.

Akses vital yang menjadi urat nadi perekonomian antara Jawa Barat dan Banten mendadak mati total ditutup Truk Tambang, Senin 12 Januari 2025 [Ist]

"Saya bukan orang pergerakan," ujar Ade Zulfahmi di hadapan massa.

Kalimat ini dinilai tidak empatik. Akibatnya, kantor Kecamatan dilempari batu oleh aksi massa hingga kaca pecah, membuat suasana semakin tidak terkendali.

4. Bupati Rudy Susmanto Pastikan Bansos Cair Minggu Depan

Load More