-
Tragedi KDRT Berujung Maut di Bogor Terjadi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang suami berinisial N (49) terhadap istrinya, E (51), di Perumahan Ambar Regency, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam (18/1).
-
Kondisi Korban yang Mengenaskan Korban ditemukan meninggal dunia akibat luka serius di bagian leher yang diduga disebabkan oleh serangan benda tajam atau tumpul. Peristiwa tragis ini terjadi di rumah anak mereka, bukan di kediaman pribadi pasangan tersebut.
-
Pelaku Telah Diamankan dan Motif Sedang Didalami Pihak kepolisian (Polsek Sukaraja) telah berhasil menangkap pelaku di lokasi kejadian. Saat ini, kasus telah diserahkan ke Satreskrim Polres Bogor untuk menyelidiki motif di balik aksi keji tersebut.
SuaraBogor.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung maut kembali mencoreng ketenangan warga Kabupaten Bogor. Kali ini, peristiwa berdarah terjadi di Kecamatan Sukaraja, di mana seorang suami tega menghilangkan nyawa pasangan hidupnya sendiri.
Kejadian tragis ini sontak membuat geger warga Perumahan Ambar Regency, Desa Nagrak, yang tidak menyangka lingkungan mereka menjadi saksi bisu aksi keji tersebut.
Pihak kepolisian dari Polsek Sukaraja, Polres Bogor, bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Kapolsek Sukaraja, Kompol Wagiman, membenarkan adanya insiden pembunuhan yang melibatkan pasangan suami istri tersebut.
Terduga pelaku, yang tak lain adalah suami korban, diduga melakukan aksinya pada Minggu malam (18/1).
"Peristiwa tersebut dilaporkan oleh warga sekitar. Kami segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP)," jelas Kompol Wagiman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi kejadian bukanlah di rumah pribadi pasangan tersebut, melainkan di rumah anak mereka di Perumahan Ambar Regency.
Suasana malam yang seharusnya tenang berubah menjadi horor ketika warga mengetahui adanya tindak kekerasan.
Korban yang berinisial E (51) ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Luka fatal pada tubuhnya menjadi bukti keganasan serangan yang ia terima. Kompol Wagiman merinci kondisi korban saat ditemukan petugas.
"Korban diketahui berinisial E (51), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban meninggal dunia akibat luka serius di bagian leher," jelas dia, Senin 20 Januari 2026.
Baca Juga: Tangis Pilu di Teras Sempit, Kisah Eni Menunggu Suami yang Terjebak di 'Lubang Tikus' Pongkor
Luka di bagian leher tersebut mengindikasikan adanya penggunaan senjata tajam atau benda tumpul yang dilakukan dengan intensitas tinggi, yang menyebabkan korban tidak dapat diselamatkan.
Tidak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk mengidentifikasi dan mengamankan terduga pelaku. N (49), suami korban, langsung ditangkap di lokasi kejadian tak lama setelah polisi tiba.
Profesi pelaku sebagai wiraswasta yang seharusnya menjadi pelindung keluarga, justru berubah menjadi sosok yang menakutkan bagi istrinya sendiri.
"Teduga pelaku berinisial N (49), yang merupakan suami korban, berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pelaku berhasil diamankan oleh petugas untuk proses hukum lebih lanjut," jelas Kompol Wagiman.
Hingga saat ini, motif di balik aksi nekat N masih menjadi misteri. Apakah ada cekcok masalah ekonomi, kecemburuan, atau masalah keluarga lainnya yang memicu emosi pelaku hingga gelap mata. Hal ini masih didalami oleh pihak penyidik.
"Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti dibawa dan diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," tutup dia.
Berita Terkait
-
Tangis Pilu di Teras Sempit, Kisah Eni Menunggu Suami yang Terjebak di 'Lubang Tikus' Pongkor
-
Mimpi Menikah Habis Lebaran Kandas, Isep Pulang Tak Bernyawa dari 'Lubang Tikus' Pongkor
-
Duka Makin Dalam! Korban Tewas Tragedi Pongkor Bogor Bertambah Jadi 5 Orang, Ini Identitasnya
-
PT Antam Tegaskan Korban Tewas Bukan Karyawan, Melainkan Penambang Tanpa Izin
-
Sempat Simpang Siur, PT Antam Akhirnya Buka Suara Soal 3 Korban Jiwa Warga Sukajaya di Pongkor
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri
-
John Herdman Berburu Kiper Pelengkap 23 Pemain Inti Skuad Garuda
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain