-
Isep Septiana Ditemukan Meninggal Dunia Setelah terjebak sejak Selasa (13/01/2026) akibat kepulan asap di area penambangan ilegal (lubang tikus) dekat PT Antam Pongkor, Isep akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada Senin dini hari (19/01/2026) dalam kondisi meninggal dunia dan telah dimakamkan.
-
Motif Ekonomi Menjadi Pemicu Utama Korban, yang merupakan tulang punggung keluarga dan biasanya bekerja sebagai pedagang soto, memilih menjadi penambang emas ilegal (gurandil) karena kondisi dagangannya sedang sepi. Ia tergiur upah sebesar Rp200.000 per malam meskipun itu adalah pengalaman pertamanya masuk ke lubang tambang.
-
Rencana Masa Depan yang Kandas Kejadian tragis ini membatalkan rencana besar korban yang berniat melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya setelah Lebaran Idul Fitri tahun 2026 ini.
SuaraBogor.id - Di balik data statistik korban jiwa, selalu ada cerita manusia yang memilukan. Tragedi kepulan asap di area pertambangan PT Antam Pongkor, Nanggung, Bogor, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Handa (58).
Putra kesayangannya, Isep Septiana (26), pulang dalam keadaan tak bernyawa setelah nekat mengadu nasib di perut bumi demi masa depan yang lebih baik.
Isep, sapaan akrabnya, adalah satu dari sekian korban penambang emas ilegal (gurandil) yang berhasil dievakuasi tim gabungan pada Senin (19/1/2026) dini hari.
Meski hatinya hancur, Handa mengaku mulai bisa bernapas lega karena setidaknya jasad anaknya ditemukan dan bisa dikebumikan dengan layak di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, ketimbang hilang tanpa jejak di dalam lubang gelap.
Handa menuturkan bahwa anaknya bukanlah penambang profesional. Sebelumnya, Isep sehari-hari mengais rezeki sebagai penjual soto di Bogor. Namun, roda ekonomi yang sedang lesu memaksanya mencari jalan pintas.
"Kalau jadi tukang pinggul (Gurandil) itu baru, belum lama. Dan Isep tulang punggung keluarga," imbuh Handa ditemui SuaraBogor di kediamannya.
Tekanan sebagai tulang punggung keluarga dan sepinya dagangan soto membuat Isep tergiur dengan upah harian tambang ilegal. Handa menyebutkan, Isep biasanya bisa mengantongi uang Rp200 ribu dalam semalam angka yang cukup besar dibanding hasil jualan soto yang tak menentu.
Tragisnya, ini adalah pengalaman pertama Isep masuk ke dalam "lubang tikus" yang berbahaya itu.
"Karena dia mungkin tergiur (dengan pendapatan nilai rupiahnya)," jelas Handa.
Baca Juga: Duka Makin Dalam! Korban Tewas Tragedi Pongkor Bogor Bertambah Jadi 5 Orang, Ini Identitasnya
Motivasi Isep bekerja keras bukan hanya untuk makan sehari-hari. Pemuda berusia 26 tahun ini memiliki mimpi besar meminang kekasih hatinya. Rencana indah itu sudah disusun rapi di benaknya.
"(Tanggalnya) Belum, rencana doang abis lebaran katanya mau nikah udah bilang abis lebaran mau nikah. Calonnya juga baru pulang tadi, habis nginep di rumah," tukas Handa.
Kabar kematian Isep pertama kali didengar Handa dari rekan sesama penambang yang berhasil selamat dan dirawat di Klinik Dirja.
Informasi yang datang pada Selasa (13/1) itu menghancurkan hati Handa, karena Isep baru saja pamit berangkat pada hari Senin.
"Berangkatnya hari Senin pas ada kejadiannya informasi hari Selasa jam 10.00 WIB," ujar Handa.
Kini, Isep telah beristirahat dengan tenang. "Dari temennya yang selamat, dirawat di Klinik Dirja. Isep ditemukannya semalam (Hari Minggu), dan langsung dikuburkan," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Duka Makin Dalam! Korban Tewas Tragedi Pongkor Bogor Bertambah Jadi 5 Orang, Ini Identitasnya
-
PT Antam Tegaskan Korban Tewas Bukan Karyawan, Melainkan Penambang Tanpa Izin
-
Sempat Simpang Siur, PT Antam Akhirnya Buka Suara Soal 3 Korban Jiwa Warga Sukajaya di Pongkor
-
Parkiran Wahyu Motor Bogor Dilalap Api, 19 Motor Hangus hingga Rugi Ratusan Juta
-
Antara Hidup dan Mati, Menanti Isep Pulang dari Tambang Pongkor Demi Janji Menikah Habis Lebaran
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Banjir Tenjo Surut, Warga Ciomas Mulai Kembali ke Rumah dan Beraktivitas
-
6 Tips Booking Tiket Pesawat Batam ke Surabaya Tanpa Ribet
-
Catat Tanggalnya! Pendaftaran Pilkades Digital Cianjur Dibuka Mulai Agustus 2026
-
KA Siliwangi Cipatat-Sukabumi Berhenti Operasi, Ini Penyebabnya
-
Nasabah Setia, Yuk Manfaatkan Promo Kartu Kredit dengan Cashback Menarik dari BRI