Berikut adalah 3 kesimpulan utama dari berita tragedi asap di PT Antam Pongkor tersebut:
Tragedi Kemanusiaan di Lubang Tambang Ilegal Insiden asap tebal yang terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, melibatkan 11 orang penambang emas ilegal. Dari jumlah tersebut, 5 orang dinyatakan selamat, 2 orang telah meninggal dunia dan dimakamkan, sementara 4 orang lainnya (Isep, Aji, Akim, dan Adam) masih dalam proses evakuasi dan belum ditemukan nasibnya.
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Keluarga Korban Isep, salah satu korban yang masih terjebak, merupakan tulang punggung keluarga di Desa Urug. Kehilangan atau ketidakpastian nasib para penambang ini memberikan beban mental dan ekonomi yang berat bagi keluarga yang ditinggalkan, mengingat mereka bekerja di lingkungan yang berbahaya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rencana Masa Depan yang Terancam Kandas Tragedi ini terasa sangat memilukan karena salah satu korban, Isep, telah merencanakan pernikahan setelah Idul Fitri 2026. Ayah korban, Anda (59), kini hanya bisa berserah diri dan berharap agar anaknya segera ditemukan dalam kondisi apa pun (hidup atau mati) untuk memberikan kepastian bagi keluarga dan calon istrinya.
SuaraBogor.id - Di Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seorang lelaki tua bernama Anda (59) membuka tabir gelap yang selama ini menutupi tragedi asap di PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung.
Bukan tentang angka atau prosedur, melainkan tentang kepahitan hati seorang ayah yang menanti kabar dari lubang gelap, menanti anaknya, Isep, yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Anda duduk tegar di hadapan wartawan, namun tatapan matanya tak bisa menyembunyikan gurat kecemasan dan kepasrahan.
Putranya, Isep, adalah salah satu dari penambang emas ilegal, yang kini terjebak di lubang tikus area PT Antam Pongkor, menyusul insiden asap tebal pada Selasa, 13 Januari 2026.
Menurut Anda, Isep bersama dengan korban lainnya yang berangkat ke Lubang Pongkor itu 11 orang, dan yang selamat 5 orang.
Sebuah fakta yang sekali lagi menegaskan skala tragedi kemanusiaan yang lebih besar dari laporan awal.
Dua orang, Edi dan Jaka, sudah dimakamkan. Kini, mata Anda tertuju pada empat nama yang masih dalam proses evakuasi.
"Isep, Aji, Akim dan Adam menurut dia adalah korban yang belum juga ditemukan keberadaannya," ujarnya, Minggu 18 Januari 2026.
Putranya, Isep, adalah salah satu dari empat nama yang masih terperangkap di kedalaman bumi.
Baca Juga: Kesaksian Warga Sukajaya: Kehilangan Anak dan Ipar di Lubang Pongkor, 4 Orang Masih Terjebak
"Anak bapak sendiri namanya Isep," kata Anda dengan suara sarat duka namun tetap mengandung harapan.
Bagi Anda, Isep bukan sekadar satu dari sebelas nama. Isep adalah salah satu tulang punggung keluarga agar tetap hidup setiap harinya.
Ia adalah harapan, tumpuan, dan sandaran bagi kehidupan keluarga di Desa Urug yang keras.
Sebelum tragedi itu terjadi, Anda mengaku sempat merasakan sebuah firasat yang kuat. Pada malam Selasa, 13 Januari 2026, sebelum insiden asap itu pecah.
Anda mengaku sempat diperlihatkan terus wajah anaknya yang berangkat mencari butiran emas untuk hidup keluarganya tersebut.
"Malamnya mau terjadi siangnya itu ada datang (Bayangan), saya melihat fotonya terus biasanya kan enggak," ucap Anda, mencoba memahami isyarat alam yang tak terucap.
Berita Terkait
-
Kesaksian Warga Sukajaya: Kehilangan Anak dan Ipar di Lubang Pongkor, 4 Orang Masih Terjebak
-
Menunggu di Balik Pintu yang Tak Akan Pernah Terbuka, Kisah Pilu Istri Korban dalam Tragedi Pongkor
-
6 Warga Desa Urug Diduga Terjebak di Jalur Tikus Tambang Antam, Polisi Buka Posko Laporan
-
Tragedi Pongkor: Polisi Sebut Nihil Korban, Kades Cigudeg Justru Konfirmasi 6 Warganya Tewas
-
Jaga Wilayah Ring 1 Tetap Kondusif, Bupati Rudy Susmanto Temui Danpaspampres
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Antara Hidup dan Mati, Menanti Isep Pulang dari Tambang Pongkor Demi Janji Menikah Habis Lebaran
-
Kesaksian Warga Sukajaya: Kehilangan Anak dan Ipar di Lubang Pongkor, 4 Orang Masih Terjebak
-
Menunggu di Balik Pintu yang Tak Akan Pernah Terbuka, Kisah Pilu Istri Korban dalam Tragedi Pongkor
-
6 Warga Desa Urug Diduga Terjebak di Jalur Tikus Tambang Antam, Polisi Buka Posko Laporan
-
Tragedi Pongkor: Polisi Sebut Nihil Korban, Kades Cigudeg Justru Konfirmasi 6 Warganya Tewas