Peristiwa asap tebal di area PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor yang terjadi sejak 13 Januari 2026 telah memakan korban jiwa. Insiden ini tidak hanya berdampak pada operasional tambang resmi, tetapi juga berakibat fatal bagi para penambang emas tanpa izin (gurandil) yang berada di sekitar lokasi.
Tercatat ada enam orang gurandil yang menjadi korban di "lubang tikus" akibat dugaan kebocoran asap. Dua korban (Edi dan Jaka) telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan, sementara empat korban lainnya (Isep Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam) dilaporkan masih terperangkap dan belum berhasil dievakuasi.
Kisah Edi menyoroti realitas pahit para penambang ilegal yang mempertaruhkan nyawa demi nafkah. Kurangnya standar keamanan dan legalitas membuat mereka sangat rentan terhadap kecelakaan kerja, dan dalam kasus ini, asap dari area tambang resmi diduga merembes masuk ke lubang-lubang tikus yang mereka gunakan.
SuaraBogor.id - Raut wajah Puput, warga Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah cerminan dari sebuah kehilangan yang dalam, namun masih diselimuti kebingungan.
Di usianya yang masih muda, ia kini menyandang status janda. Matanya berkaca-kaca, tatapannya datar, seolah mencoba menahan gelombang tangis yang kapan saja bisa pecah.
Edi (34) suaminya, telah pergi untuk selamanya, dimakamkan di pemakaman desa, namun kisah di balik kepergiannya masih menyisakan perih dan pertanyaan.
Peristiwa asap tebal dari area pertambangan PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor yang viral sejak Selasa, 13 Januari 2026, tak hanya memicu kekhawatiran publik dan kesiapsiagaan Basarnas, tetapi juga telah merenggut nyawa.
Bukan hanya dari karyawan resmi, melainkan dari mereka yang beroperasi di balik bayang-bayang legalitas yakni para gurandil. Edi adalah salah satunya.
Puput masih ingat betul percakapan terakhirnya dengan Edi. Hari itu, Sabtu, 10 Januari 2026. Edi pamit untuk ke gunung, sebuah eufemisme untuk lokasi tambang emas ilegal yang berbatasan dengan area PT Antam Pongkor.
"Bilangnya hari Senin katanya mau ke Gunung (Lokasi Tambang Emas Pongkor). Tapi mau dua hari di lokasi kerja, terus (Setelah peristiwa) katanya dua hari belum pulang," ucap Puput kepada wartawan, Minggu 18 Januari 2025.
Edi pergi sendiri, membawa harapan untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya, janji untuk kembali dalam dua hari.
Namun, dua hari berlalu. Harapan Puput mulai berganti kecemasan. Saat informasi tentang kepulan asap tebal dari PT Antam Pongkor mulai menyebar luas, kecemasan Puput berubah menjadi ketakutan yang mencekam.
Baca Juga: 6 Warga Desa Urug Diduga Terjebak di Jalur Tikus Tambang Antam, Polisi Buka Posko Laporan
Rumor yang beredar tak hanya tentang insiden di tambang resmi, tetapi juga tentang asap yang tembus ke lubang-lubang tikus para pencari emas di tambang ilegal itu.
Selasa, 13 Januari 2026, menjadi hari yang tak akan pernah Puput lupakan. Di tengah badai informasi yang simpang siur, sebuah kabar buruk akhirnya datang kepadanya.
"Dapat kabar dari temen, katanya si akang sudah tidak ada," tutur Puput, dengan mata yang kini tak lagi bisa menahan genangan air mata.
Suaminya, Edi, dikabarkan telah menjadi korban dari insiden asap yang viral tersebut. Sebuah kabar yang mengakhiri penantian, namun membuka luka yang menganga.
Edi telah dimakamkan. Kisahnya adalah salah satu dari potret buram kehidupan para gurandil yang mempertaruhkan nyawa demi secercah emas.
Kepergiannya meninggalkan lubang kosong di hati Puput dan keluarganya, sebuah pengorbanan yang tak tercatat secara resmi, namun nyata adanya.
Berita Terkait
-
6 Warga Desa Urug Diduga Terjebak di Jalur Tikus Tambang Antam, Polisi Buka Posko Laporan
-
Tragedi Pongkor: Polisi Sebut Nihil Korban, Kades Cigudeg Justru Konfirmasi 6 Warganya Tewas
-
Jaga Wilayah Ring 1 Tetap Kondusif, Bupati Rudy Susmanto Temui Danpaspampres
-
Sudah Main Pukul, Ogah Bayar Pula! Viral Kerusuhan di KTV Princess Parung, Waitress Jadi Korban
-
Modus Talangan Dana Desa Berujung Bui, Kades Mekargalih Cianjur Resmi Ditahan Polisi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan