Andi Ahmad S
Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:12 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat meninjau siswa SMPN 2 Cisarua keracunan massal diduga akibat MBG di RSPG, Rabu (21/10/2026). [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto memperingatkan pengelola SPPG agar menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis pada hari Rabu.
  • Program tersebut bertujuan meningkatkan gizi siswa sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyerapan produk pertanian lokal.
  • Pemerintah daerah meminta seluruh pengelola dapur SPPG meningkatkan koordinasi dan evaluasi untuk memastikan kelancaran program.

SuaraBogor.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan betapa besarnya tanggung jawab para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor.

Lewat rapat koordinasi daring bersama pengelola SPPG se-Kabupaten Bogor dari Pendopo Cibinong, Rabu, Rudy memberikan pengingat penting dan keras.

"Keberhasilan program ini, yang mendapat apresiasi adalah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu para dapur SPPG se-Kabupaten Bogor. Tetapi kesalahan sekecil apa pun, tidak ada yang pernah menyalahkan dapur SPPG—kecuali menyalahkan program Presiden Republik Indonesia," kata Rudy, dilansir dari Antara.

Ia meminta seluruh pengelola SPPG bersama koordinator wilayah Bogor Raya melakukan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik dan lancar.

Menurut dia, setiap pengelola dapur memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberhasilan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut.

Rudy mengatakan program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

Keberadaan dapur SPPG di berbagai wilayah, kata dia, turut mendorong perputaran ekonomi melalui penyerapan hasil pertanian dan kebutuhan bahan pangan lokal.

"Perputaran uang, perputaran ekonomi di setiap wilayah, salah satunya di Kabupaten Bogor, dengan adanya dapur-dapur SPPG, dengan adanya program makan bergizi gratis, kita pemerintah daerah sangat diuntungkan," ujarnya.

Ia menjelaskan keuntungan tersebut bukan berupa tambahan pendapatan yang masuk secara langsung ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan peningkatan aktivitas ekonomi yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Menurut Rudy, kebutuhan bahan pangan untuk operasional dapur SPPG membuka peluang pasar bagi petani dan pelaku usaha lokal sehingga hasil produksi pertanian dapat terserap.

"Produk-produk pertanian kita di Kabupaten Bogor hidup. Lalu produksi-produksi pertanian kita di Kabupaten Bogor terserap dengan baik," katanya.

Ia menilai program MBG dirancang pemerintah pusat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di berbagai wilayah Indonesia.

Karena itu, Rudy mengajak seluruh pengelola SPPG meningkatkan koordinasi dan melakukan evaluasi bersama agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

"Mari kita evaluasi bersama-sama," katanya.

Load More