Andi Ahmad S
Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB
Keracunan MBG di Bogor [Dziharul Islam Nusantara/SuaraBogor]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan penyebab dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis di Cisarua dan Dramaga belum diketahui.
  • Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman dari kedua lokasi tersebut masih berlangsung hingga Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Sebanyak 114 korban di Cisarua dan 481 korban di Dramaga telah mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan.

SuaraBogor.id - Penyebab dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa di Kecamatan Cisarua dan Dramaga, Kabupaten Bogor, hingga Rabu (28/10/2026) masih belum diketahui.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman dari kedua kejadian tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan hasil pemeriksaan sampel dari kasus dugaan keracunan MBG di Cisarua belum rampung.

Banyaknya sampel yang harus diuji menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Belum keluar," kata Fusia saat ditemui di kawasan Pakansari, Cibinong, Rabu (28/10/2026).

Fusia mengaku belum menerima informasi terbaru dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) mengenai perkembangan pemeriksaan tersebut. Padahal, sebelumnya proses pengujian diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 x 24 jam.

"Saya belum dapat info lagi dari Labkesda, tapi tadi malam saya tanya belum selesai, ya," ujarnya.

Terkait dugaan susu menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa SMPN 2 Cisarua, Fusia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan.

"Tidak bisa berandai-andai juga ya kita," ucapnya.

Baca Juga: Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Dugaan keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua terjadi pada Rabu (21/10/2026). Sebanyak 114 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang disampaikan sebelumnya, hingga Kamis (22/10/2026), sebanyak 113 siswa telah diperbolehkan pulang, sedangkan satu siswa lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sampel makanan dan minuman dalam program MBG yang dikonsumsi para siswa kemudian dibawa ke Labkesda untuk diperiksa guna mengetahui kemungkinan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Namun, hingga Rabu (28/10/2026), hasil pemeriksaan laboratorium belum diterima Dinkes Kabupaten Bogor.

Belum tuntasnya pemeriksaan kasus di Cisarua, dugaan keracunan MBG kembali terjadi di Kecamatan Dramaga pada Selasa (27/10/2026).

Sebanyak 481 siswa dan guru dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga dilaporkan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan setelah mengalami keluhan kesehatan.

Load More