- Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan penyebab dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis di Cisarua dan Dramaga belum diketahui.
- Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman dari kedua lokasi tersebut masih berlangsung hingga Rabu, 28 Oktober 2026.
- Sebanyak 114 korban di Cisarua dan 481 korban di Dramaga telah mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan.
Sampel makanan dan minuman dari kejadian tersebut juga telah dikirim ke Labkesda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Fusia mengatakan, pemeriksaan sampel kasus Dramaga masih membutuhkan waktu karena kejadian tersebut baru berlangsung sehari sebelumnya.
"Baru juga kemarin kejadian, sabar. Satu sampai dua minggu ya," katanya.
Saat ditanya mengenai dugaan kacang sebagai penyebab gangguan kesehatan dalam kasus tersebut, Fusia kembali menegaskan bahwa penyebabnya belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Fusia menjelaskan, penanganan yang dilakukan Dinkes Kabupaten Bogor berfokus pada pelayanan kesehatan bagi siswa dan pihak lain yang mengalami gangguan kesehatan.
Sementara itu, penanganan teknis pelaksanaan program MBG berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Adapun pemeriksaan sampel makanan dan minuman dilakukan melalui Labkesda. Hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan melalui mekanisme koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Koordinator Wilayah Program Gizi (KPPG), sebagaimana disebutkan dalam keterangan yang disampaikan.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan dalam dua kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Bogor tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Belum adanya hasil uji laboratorium membuat dugaan mengenai makanan atau minuman yang menjadi pemicu kejadian di Cisarua maupun Dramaga belum dapat dipastikan.
Baca Juga: Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
Kontributor : Dziharul Islam Nusantara
Berita Terkait
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan dan Minuman ke Labkesda
-
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda
-
Usut Kasus Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor, KPK Panggil Wabup Jaro Ade
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor
-
Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari