Peristiwa asap tebal di area PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor yang terjadi sejak 13 Januari 2026 telah memakan korban jiwa. Insiden ini tidak hanya berdampak pada operasional tambang resmi, tetapi juga berakibat fatal bagi para penambang emas tanpa izin (gurandil) yang berada di sekitar lokasi.
Tercatat ada enam orang gurandil yang menjadi korban di "lubang tikus" akibat dugaan kebocoran asap. Dua korban (Edi dan Jaka) telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan, sementara empat korban lainnya (Isep Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam) dilaporkan masih terperangkap dan belum berhasil dievakuasi.
Kisah Edi menyoroti realitas pahit para penambang ilegal yang mempertaruhkan nyawa demi nafkah. Kurangnya standar keamanan dan legalitas membuat mereka sangat rentan terhadap kecelakaan kerja, dan dalam kasus ini, asap dari area tambang resmi diduga merembes masuk ke lubang-lubang tikus yang mereka gunakan.
Tragedi Edi bukan satu-satunya. Informasi yang diterima Suara.com mengungkapkan skala duka yang lebih besar, yakni ada enam orang yang dikabarkan meninggal dunia di lubang-lubang tikus (tambang emas ilegal) di area PT Antam tersebut.
Dua di antaranya telah dimakamkan Jaka dan Edi, keduanya warga Desa Urug. Namun, nasib empat gurandil lainnya masih menjadi misteri yang menghantui.
Isep Septiana, Akim, dan Aji Pangestu, juga dari Desa Urug, serta Adam dari Desa Parakan Muncang, hingga kini belum bisa dievakuasi.
Mereka masih terperangkap, mungkin di kedalaman gelap yang sama, menunggu sentuhan tangan penyelamat atau sekadar pengakuan atas keberadaan mereka.
Sebelumnya, Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, sebelumnya memang telah menyuarakan dugaan ini.
"Ada dugaan mungkin, kebocoran masuk ke lubang-lubang ini. Ada dugaan," katanya, pada Rabu 14 Januari 2025 di Nanggung.
Video evakuasi amatir yang beredar dari warga semakin menguatkan dugaan ini, menunjukkan gurandil lain yang bahumembahu mencoba menyelamatkan rekan-rekannya.
Berita Terkait
-
6 Warga Desa Urug Diduga Terjebak di Jalur Tikus Tambang Antam, Polisi Buka Posko Laporan
-
Tragedi Pongkor: Polisi Sebut Nihil Korban, Kades Cigudeg Justru Konfirmasi 6 Warganya Tewas
-
Jaga Wilayah Ring 1 Tetap Kondusif, Bupati Rudy Susmanto Temui Danpaspampres
-
Sudah Main Pukul, Ogah Bayar Pula! Viral Kerusuhan di KTV Princess Parung, Waitress Jadi Korban
-
Modus Talangan Dana Desa Berujung Bui, Kades Mekargalih Cianjur Resmi Ditahan Polisi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon
-
BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia