-
Tim gabungan berhasil merangsek maju 150 meter mendekati sumber asap di tambang PT Antam Pongkor guna mensterilkan udara dan mempermudah proses evakuasi korban yang masih terjebak di sana.
-
Kepolisian menyelidiki laporan hilangnya enam warga Desa Urug yang diduga terjebak di jalur tambang, dengan memprioritaskan penyelamatan nyawa tanpa mempermasalahkan status legalitas para penambang tersebut di lapangan.
-
Tiga posko siaga didirikan di Polsek Nanggung, Cigudeg, dan Leuwiliang sebagai pusat informasi serta tempat pelaporan bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya pasca insiden asap berbahaya.
SuaraBogor.id - Upaya penyelamatan dan investigasi di area pertambangan PT Antam Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, memasuki babak baru yang krusial pada Sabtu (17/1/2026).
Setelah simpang siur informasi mengenai korban jiwa, aparat kepolisian dan tim penyelamat gabungan mulai mendapatkan progres signifikan di lapangan.
Di tengah medan yang berat dan ancaman gas berbahaya, tim teknis akhirnya berhasil merangsek masuk mendekati titik nol kejadian.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, membawa kabar perkembangan tersebut. Ia menyatakan bahwa timnya tidak lagi jalan di tempat, melainkan sudah mulai menembus lorong yang tertutup asap.
"Jadi kita Alhamdulillah sudah ada proses untuk maju ke titik yang diduga menjadi titik sumber asapnya jadi hari ini tadi kita sudah berhasil maju ke 150 M dari titik awal," ungkap AKP Ucup Supriatna kepada wartawan.
Tim terus berupaya mensterilkan udara agar evakuasi bisa dilakukan dengan aman.
"jadi mudah-mudahan dengan upaya-upaya yang kita lakukan kita terus bisa mendekati titik aset dan bisa segera membuat kondisi udaranya menjadi aman untuk bisa kita masuki," tambahnya.
Isu mengenai adanya penambang emas tanpa izin (gurandil) yang terjebak di jalur tikus yang terhubung dengan tambang utama Antam menjadi perhatian serius. Polisi mengakui adanya laporan mengenai warga yang hilang, khususnya dari Desa Urug.
"Kalau dari informasi awal kan katanya dan orang ya jadi 6 orang itu kemarin dari Desa Urug, Kalau nggak salah ya dari Desa Urug jadi kita juga kemarin sudah koordinasi juga dengan Kepala Desanya dengan apa beberapa perwakilan warga," jelas AKP Ucup.
Baca Juga: Tragedi Pongkor: Polisi Sebut Nihil Korban, Kades Cigudeg Justru Konfirmasi 6 Warganya Tewas
Kapolsek menegaskan bahwa dalam situasi darurat seperti ini, status legalitas penambang dikesampingkan demi nyawa manusia. Polisi bahkan menggandeng warga lokal sebagai penunjuk jalan untuk mencari akses masuk alternatif.
"Kami mendapatkan informasi ya memang nggak ada warga yang informasinya terjebak di area tambang mereka ya bukan di tambangan tapi mungkin dari informasi mereka itu dari tambang kita gitu," ujarnya.
Guna memusatkan data dan informasi yang valid, pihak kepolisian telah mendirikan posko siaga di tiga lokasi strategis.
Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya pasca insiden asap tersebut.
"Kita dirikan pos-pos siaga ini di 3 pose ini untuk mengupdate setiap harinya kegiatan kita ataupun nanti Antam terkait dengan CO2 yang dibilang tetap kita update intinya masyarakat ketika ada mereset keluarganya kehilangan atau memang tidak ada di rumah melaporkan," himbau Kapolsek.
Bagi warga Bogor Barat, berikut adalah tiga titik posko pelaporan yang bisa didatangi:
Berita Terkait
-
Tragedi Pongkor: Polisi Sebut Nihil Korban, Kades Cigudeg Justru Konfirmasi 6 Warganya Tewas
-
Jaga Wilayah Ring 1 Tetap Kondusif, Bupati Rudy Susmanto Temui Danpaspampres
-
Sudah Main Pukul, Ogah Bayar Pula! Viral Kerusuhan di KTV Princess Parung, Waitress Jadi Korban
-
Bansos Rp3 Juta Cair Minggu Depan untuk 15 Ribu Warga Terdampak Tambang Bogor, Cek 4 Faktanya
-
Keringat Dingin Hingga Pasien Misterius: Ini 10 Fakta Mengejutkan di Balik Tragedi Asap Pongkor
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor
-
Personel Masih Minim, BPBD Kota Bogor Kewalahan Hadapi Bencana Serentak