PT Antam menegaskan kabar ratusan karyawan tewas adalah hoaks. Insiden asap dipicu terbakarnya kayu penyangga, namun seluruh pekerja resmi dipastikan selamat melalui prosedur sterilisasi dan protokol keselamatan ketat.
Meski karyawan Antam aman, muncul dugaan kuat adanya korban dari kalangan penambang emas tanpa izin (gurandil). Gas beracun dari area tambang diduga merembes masuk ke lubang-lubang galian ilegal.
Ditemukan lima pria dengan gejala sesak napas dan sakit kepala di klinik terdekat. Kondisi ini memperkuat indikasi paparan gas karbon dioksida meski identitas pasien masih dirahasiakan pihak medis.
SuaraBogor.id - Jagat maya sedang tidak baik-baik saja. Berita simpang siur mengenai tragedi di tambang emas Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, membuat bulu kuduk merinding.
Mulai dari isu ratusan korban tewas hingga video kepanikan yang viral. Namun, di balik klarifikasi resmi, tersimpan detail-detail visual dan temuan lapangan yang menyisakan tanda tanya besar.
SuaraBogor merangkum drama ketegangan yang terjadi di Nanggung, mulai dari gestur gugup pimpinan Antam hingga temuan pasien misterius di klinik desa.
Berikut adalah 10 fakta menarik yang wajib Anda ketahui:
1. Keringat Dingin GM Antam Saat Klarifikasi
Ada pemandangan tak biasa saat konferensi pers digelar di Kantor Koramil 0621-17 Nanggung. General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam, Nilus Rahmat, tampak berada di bawah tekanan hebat.
Keringat dingin mengalir di wajahnya saat memberikan penjelasan. Ia terlihat menunduk melihat handphone miliknya, bahkan tampak gugup saat menjelaskan penyebab kepulan asap maut tersebut.
2. Penyebab Asap: Kayu Penyangga Terbakar
Bukan ledakan bom atau dinamit. Nilus menjelaskan pemicu utama insiden adalah terbakarnya material kayu penyangga (stapling) di salah satu level tambang.
Baca Juga: Misteri 5 Pria Sesak Napas di Klinik Nanggung: Benarkah Korban Asap Pongkor yang Tak Diakui?
"Pada saat itu adanya terbakarnya sebuah kayu stapling penyangga, kondisi tersebut mengindikasikan konsentrasi gas karbon dioksida diatas ambang manusia," ujarnya.
3. Kadar Gas Berbahaya Tembus Angka 1200
Situasi di bawah tanah memang mengerikan. Pembakaran tersebut memicu lonjakan gas berbahaya. Nilus merinci data teknisnya, yakni nilai ukur 1200 (ppm) pada kondisi tersebut sangat berbahaya apabila terpapar.
"Kita langsiung melakukan penanganan hingga saat ini sedang berlangsung," imbuhnya.
4. Plot Twist: "700" Bukan Jumlah Mayat
Angka 700 yang viral disebut sebagai korban jiwa ternyata adalah sebuah kesalahpahaman fatal alias hoaks. Angka tersebut merujuk pada nama lokasi, bukan nyawa manusia.
Berita Terkait
-
Misteri 5 Pria Sesak Napas di Klinik Nanggung: Benarkah Korban Asap Pongkor yang Tak Diakui?
-
6 Fakta Jalan Khusus Tambang Bogor Senilai Rp100 Miliar yang Wajib Kamu Tahu
-
Misteri Asap di Pongkor Bogor: Video Evakuasi Penambang Emas Ilegal Bocor, Ada Korban Jiwa?
-
Mencari Kebenaran di Balik Asap Nanggung Bogor, Akankah Ada Temuan di Lubang-lubang Tikus?
-
Polres Bogor Telusuri Asap Misterius di PT Antam
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir