-
GM PT Antam, Nilus Rahmat, secara tegas membantah isu ratusan korban jiwa akibat insiden di area tambang Nanggung. Ia menyatakan bahwa narasi mengenai banyaknya orang terjebak adalah berita bohong.
-
Insiden sebenarnya merupakan kebakaran kayu penyangga di kedalaman tambang yang memicu kenaikan gas karbon dioksida berbahaya. Protokol keselamatan dan sterilisasi area segera dilakukan untuk memastikan seluruh pekerja dalam kondisi aman.
-
Kapolres Bogor tengah menyelidiki kemungkinan adanya penambang ilegal atau gurandil yang terdampak asap tersebut. Tim teknis masih perlu memastikan sumber asap guna mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan adanya korban.
SuaraBogor.id - Udara di sekitar Kantor Koramil 0621-17 Nanggung terasa pekat, bukan hanya oleh kelembapan malam, melainkan juga oleh ketegangan yang menggantung.
Setiap pasang mata wartawan menatap tajam ke arah Nilus Rahmat, General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam.
Keringat dingin membasahi pelipisnya, mengalir perlahan, seolah mencerminkan beban berat yang ia pikul.
Malam itu, ia harus berhadapan dengan narasi paling menyeramkan yang baru saja menyebar bak api di padang rumput, yakni desas-desus ratusan korban jiwa di area pertambangan milik perusahaan negara tersebut.
Nilus duduk diapit oleh dua pilar kekuasaan daerah, Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.
Namun, kehadiran mereka seakan tak mampu meredakan kegugupan yang tergambar jelas di wajah Nilus.
Pandangannya seringkali menunduk ke layar ponselnya, seolah mencari kekuatan dari setiap kata yang tertulis di sana, setiap kata yang harus ia sampaikan untuk mengklarifikasi kekacauan informasi.
Sejak pagi, Rabu, 15 Desember 2025, Nanggung dan sekitarnya diguncang oleh narasi-narasi menyeramkan.
Cerita tentang ratusan orang terjebak, bahkan meninggal dunia, di lokasi area PT Antam, menyebar melalui pesan berantai dan media sosial.
Setiap dering ponsel, setiap notifikasi, seolah membawa potongan horor baru. Kepanikan mulai merayap, melumpuhkan akal sehat, dan menciptakan bayangan-bayangan mengerikan tentang insiden tak terbayangkan.
Baca Juga: Polres Bogor Telusuri Asap Misterius di PT Antam
Dengan suara yang sedikit bergetar namun berusaha teguh, Nilus Rahmat akhirnya angkat bicara. Kata demi kata meluncur dari bibirnya, sebuah penegasan yang ia harap bisa merobek kabut kepanikan.
"Kabar mengenai ratusan orang terjebak adalah keliru besar atau hoaks," ucapnya, matanya sesekali melirik ke arah hadirin.
Ia menjelaskan bahwa video viral di media sosial yang menunjukkan kepulan asap memang benar adanya.
Namun, konteksnya jauh berbeda dari yang dibayangkan banyak orang. Peristiwa itu, katanya, terjadi pada hari Selasa, 13 Januari 2025, sekitar pukul 00.30 WIB, di level atau kedalaman 600. Itu adalah penanganan kondisi teknis.
Nilus membenarkan adanya insiden teknis, namun bukan ledakan dahsyat seperti yang tersebar. Pemicunya adalah terbakarnya material kayu penyangga di salah satu level tambang.
Sebuah kebakaran kecil, namun di kedalaman perut bumi, bisa menjadi sangat mematikan.
"Pada saat itu adanya terbakarnya sebuah kayu stapling penyangga, kondisi tersebut mengindikasikan konsentrasi gas karbon dioksida diatas ambang manusia," jelas Nilus.
Kondisi ini, ia merinci, memicu kenaikan kadar gas yang berbahaya. Nilai ukur 1200 (kedalaman tanah) pada kondisi tersebut sangat berbahaya apabila terpapar.
Namun, ia meyakinkan, protokol keselamatan segera dijalankan. "Kita langsung melakukan penanganan hingga saat ini sedang berlangsung," sambungnya.
Manajemen Antam itu menegaskan, tidak ada karyawan yang dibiarkan terjebak. "Kondisi ini tentunya langsung direspon produksi di area terdampak. Pengaturan sterilisasi di area kejadian untuk keselamatan pekerja," ungkap Nilus.
Ia juga meluruskan kesalahpahaman tentang angka 700 korban jiwa. "Hal itu keliru di angka tersebut merujuk kepada nama salah satu portal yang merujuk kepada kami tidak pergunakan kembali pada area itu, namanya portal 700 urug," jelasnya, menghembuskan napas lega.
Di sisi lain, Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, tidak menutup mata terhadap spekulasi lain.
Rumor tentang gurandil atau penambang emas tanpa izin yang mungkin turut menjadi korban di lubang-lubang tikus sekitar area PT Antam, juga menyeruak.
"Ada dugaan mungkin, kebocoran masuk ke lubang-lubang ini. Ada dugaan," kata Kapolres, menambahkan lapisan misteri pada insiden ini.
Namun, untuk memastikan kebenaran tersebut, polisi membutuhkan waktu. "Ketika yang dikerjakan adalah pekerjaan kan tidak ada yang menjadi korban, karena konfirmasinya itu ada penampang emas segera yang menjadi korban bukan dibawah komitmen dan tidak diperlukan," jelasnya.
Kapolres berjanji akan segera memberikan informasi terbaru begitu tim teknis berhasil mencapai sumber asap.
"Nah itu harus dipastikan nanti setelah bisa masuk, bisa cek sumber, awal asapnya dari mana, nah itu baru bisa disimpulkan," tutupnya.
Malam itu para pimpinan di Bumi Tegar Beriman mulai dari Bupati, Kapolres, Dandim dan unsur pimpinan kecamatan meninggalkan Kantor Koramil Nanggung dengan janji dan sebuah teka-teki yang masih harus dipecahkan adanya dugaan gurandil meninggal dunia akibat terpapar kepulan asap yang keluar dari perusahaan negara tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Polres Bogor Telusuri Asap Misterius di PT Antam
-
Klarifikasi PT Antam: Tidak Ada Ledakan dan Korban Jiwa, Operasional Berjalan Normal
-
Viral 700 Orang Terjebak Gas Beracun di Antam Pongkor? Ini Kata Bupati Rudy Susmanto
-
Bukan 700 Nyawa Melayang, Ternyata Ini Arti 'Angka Keramat' yang Bikin Heboh Tambang Antam Bogor
-
Polisi Sebut Ratusan Korban Yang Diduga Terjebak Gas Beracun Bukan Karyawan PT Antam, Terus Siapa?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
BGN Sentil Menu Ramadan, Instruksikan SPPG Transparan Harga: Jangan Kirim Bahan Tak Layak
-
Membangun Fondasi Masa Depan, BGN Fokus Intervensi Gizi di Dua Titik Kritis Anak
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Sabtu 28 Februari 2026
-
Viral! Sebulan Laporan Pelecehan di KRL Bogor Menggantung, Korban Akhirnya Speak Up di Medsos
-
Bogor Dikepung Cuaca Ekstrem, Menko AHY Dorong Infrastruktur Adaptif di Kota Hujan