-
Klarifikasi Isu Hoaks PT Antam menegaskan berita terkait ledakan dan ratusan karyawan terjebak di area tambang adalah hoaks. Video yang beredar hanyalah dokumentasi penanganan teknis sesuai prosedur keselamatan perusahaan.
-
Kondisi Operasional Aman Seluruh aktivitas operasional Antam dipastikan berjalan normal dan terkendali. Perusahaan menjamin tidak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut karena situasi telah diantisipasi dengan baik.
-
Imbauan kepada Masyarakat Antam mengimbau publik untuk tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi. Masyarakat diminta selalu merujuk pada kanal informasi resmi perusahaan dan pihak berwenang guna menghindari disinformasi lebih lanjut.
SuaraBogor.id - Jagat maya kembali dihebohkan oleh peredaran informasi yang meresahkan terkait salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan.
Sebuah narasi dramatis yang menyebutkan adanya ledakan dahsyat di area tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam), disertai klaim ratusan orang terjebak di dalamnya, menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan.
Namun, sebelum jari Anda menekan tombol share, penting untuk mengetahui fakta sebenarnya langsung dari sumber otoritatif. Manajemen PT Antam bergerak cepat merespons isu liar tersebut untuk mencegah disinformasi yang lebih luas.
Corporate Secretary PT Antam Tbk, Wisnu Danandi, tampil ke publik untuk memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah seluruh rumor mengerikan yang beredar dan memastikan bahwa narasi ledakan serta korban jiwa adalah informasi palsu.
"PT Aneka Tambang Tbk menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks)," ujar Wisnu dalam keterangan resminya, Rabu 14 Januari 2025.
Wisnu meluruskan bahwa visual yang dilihat publik seringkali disalahartikan karena kurangnya konteks teknis. Video tersebut bukanlah rekaman bencana, melainkan dokumentasi prosedur standar operasional di area tambang bawah tanah.
"Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja. Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," jelas Wisnu.
Penjelasan ini menegaskan bahwa asap atau aktivitas yang terlihat dalam video adalah bagian dari mekanisme kontrol ventilasi dan keamanan yang memang lumrah dalam dunia pertambangan modern, bukan akibat ledakan tak terkendali.
Isu paling sensitif mengenai nasib karyawan yang dikabarkan terjebak juga dibantah mentah-mentah. Sebagai perusahaan negara yang memprioritaskan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), Antam memastikan seluruh pekerjanya dalam keadaan aman.
Baca Juga: Viral 700 Orang Terjebak Gas Beracun di Antam Pongkor? Ini Kata Bupati Rudy Susmanto
"Antam memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang," tegas Wisnu.
Manajemen menjamin bahwa operasional pertambangan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti. Klarifikasi ini diharapkan dapat menenangkan keluarga karyawan dan masyarakat umum yang sempat termakan isu bohong tersebut.
Dalam menghadapi situasi ini, PT Antam Tbk kembali menekankan komitmennya terhadap praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab. Wisnu memastikan bahwa setiap langkah operasional perusahaan selalu berada di bawah pengawasan ketat dan koordinasi dengan pihak berwenang.
"Perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif," paparnya.
Di era digital di mana informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, Wisnu mengajak masyarakat, khususnya anak muda, untuk lebih bijak dalam menyaring berita. Verifikasi adalah kunci sebelum menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan publik.
"Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang," tutup Wisnu.
Berita Terkait
-
Viral 700 Orang Terjebak Gas Beracun di Antam Pongkor? Ini Kata Bupati Rudy Susmanto
-
Bukan 700 Nyawa Melayang, Ternyata Ini Arti 'Angka Keramat' yang Bikin Heboh Tambang Antam Bogor
-
Polisi Sebut Ratusan Korban Yang Diduga Terjebak Gas Beracun Bukan Karyawan PT Antam, Terus Siapa?
-
Mencekam! Polisi Gagal Tembus Lokasi Gas Bocor PT Antam? Nasib Ratusan Orang Masih Misteri
-
Antam Tegaskan Kabar Ledakan Tambang dan Ratusan Orang Terjebak Adalah Hoaks!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
-
Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus
-
Sentul City Jadi Basis Penipuan Daring, 13 WNA Jepang Diusir dari Indonesia
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Publik Tuntut Transparansi Terkait Karut Marut Pengadaan Sarana Pendidikan