- Pemerintah Kabupaten Bogor menanggapi isu krusial sulitnya mencari pekerjaan berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia.
- Bupati Bogor Rudy Susmanto mengintegrasikan program antar-OPD untuk menciptakan peluang kerja dan wirausaha baru.
- Survei Februari 2026 menunjukkan 40,3% warga menganggap masalah lapangan kerja sebagai isu paling mendesak di wilayah tersebut.
SuaraBogor.id - Keluhan warga terkait sulitnya mencari pekerjaan menjadi salah satu isu krusial yang mendapat atensi penuh dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto merespons langsung keresahan ini dengan mengintegrasikan program antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membuka peluang kerja dan mendorong wirausaha masyarakat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rudy Susmanto mengatakan, pemerintah daerah menyadari masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program pembangunan sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media, agar kebijakan yang dijalankan dapat terus disempurnakan.
“Kami masih banyak kekurangan, kita sempurnakan bersama-sama. Kami butuh dukungan besar dari seluruh masyarakat, khususnya media,” kata Bupati Rudy Susmanto, belum lama ini.
Ia menjelaskan, langkah integrasi program lintas SKPD menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas kebijakan pembangunan, terutama dalam menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui peluang usaha yang lebih luas.
Menurut Rudy, sejumlah OPD telah mulai melakukan langkah bersama agar program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.
“Kita mulai hari ini sudah melakukan langkah-langkah bersama beberapa OPD untuk merealisasikan integrasi antarprogram antar-SKPD, sehingga beberapa program yang kami tetapkan dapat menggerakkan dan memberi peluang wirausaha bagi warga Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menanggapi hasil Survei Evaluasi Publik Satu Tahun Pemerintahan Kabupaten Bogor yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Dalam survei tersebut, sebanyak 40,3 persen responden menyebut sulitnya mencari lapangan kerja sebagai persoalan paling mendesak di lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain persoalan pekerjaan, survei juga mencatat harga kebutuhan pokok yang mahal menjadi keluhan 24 persen responden serta kondisi jalan rusak sebesar 11,2 persen. Survei dilakukan pada 6–11 Februari 2026 dengan melibatkan 410 responden melalui metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka.
Baca Juga: Nasib Lahan Terdampak Lindi, Pemkab Bogor Janjikan Ganti Rugi di TPAS Galuga
Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai persoalan ketenagakerjaan menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah daerah karena beririsan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Meski demikian, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Bogor tercatat relatif positif. Sebanyak 64,6 persen responden menilai pelaksanaan pemerintahan berada pada kategori baik atau sangat baik, dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Bupati Bogor mencapai 80,3 persen. [Antara].
Berita Terkait
-
Nasib Lahan Terdampak Lindi, Pemkab Bogor Janjikan Ganti Rugi di TPAS Galuga
-
Harmoni di Jalan Suryakencana, Parade Cap Go Meh Bogor 2026 Digelar Usai Tarawih
-
Pasutri Asal Cisarua Ditemukan Tak Bernyawa di Halaman Bangunan Kosong
-
Kronologi Mobil HRV Terbakar Usai Tabrak Truk di Tol Jagorawi KM 11
-
Cahaya Harapan dari Panas Bumi, 520 Keluarga di Bogor-Sukabumi Kini Nikmati Listrik Mandiri
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Flyover Bojonggede Hingga Embarkasi Haji, Ini Deretan Proyek Strategis Bogor di 2027
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri
-
John Herdman Berburu Kiper Pelengkap 23 Pemain Inti Skuad Garuda