- Polres Bogor menahan tersangka IS sebagai agen TPPO dalam kasus pengantin pesanan yang menimpa korban Meri Aldawiyah.
- Penyidikan kasus TPPO ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
- Penyidik masih mengembangkan kasus ini dan akan memanggil saksi lain termasuk agen di Jakarta dan mantan ipar korban.
SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan komitmen kuat dalam melawan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Polres Bogor secara resmi menahan satu tersangka dalam kasus dugaan TPPO dengan modus pengantin pesanan yang menimpa korban bernama Meri Aldawiyah (22).
Kasat PPA-PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan dan menahan satu tersangka berinisial IS yang diduga berperan sebagai agen TPPO di wilayah Bogor.
"Sudah dilakukan penahanan untuk tersangkanya. Sementara baru satu, yaitu inisial IS. Yang lainnya masih dalam pengembangan," ujar AKP Silfi, dilansir dari MetroBogor -jaringan Suara.com, Rabu, 4 Maret 2026.
Terkait dugaan keterlibatan agen lain, termasuk yang berada di Jakarta dan mantan kaka ipar korban yang mengenalkan kepada agen tersebut, Silfi menyebut prosesnya masih dalam tahap pendalaman.
Menurutnya, penyidik tidak bisa serta-merta menetapkan tersangka tanpa melalui tahapan pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti.
"Untuk yang lainnya masih pengembangan karena pemeriksaan belum beres dan lain-lainnya. Agen Jakarta akan kami panggil dulu sebagai saksi, gabisa langsung kami tetapkan tersangka," ungkapnya.
Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan perkara perdagangan orang tersebut.
Di antaranya pelapor yang merupakan ibu korban, korban sendiri, pihak yang hadir saat pernikahan di Cisarua, hingga pihak imigrasi dan saksi ahli.
Termasuk mantan kakak ipar korban yang disebut mengetahui awal perkenalan, telah diperiksa sebagai saksi.
Baca Juga: 5 Poin Penting Kronologi Pasutri di Cisarua Bogor Dibunuh Karyawan Sendiri Karena Sakit Hati
"Kalau untuk saksi sudah diperiksa. Untuk menetapkan tersangka harus minimal dua alat bukti dan melalui gelar perkara," jelasnya.
Pihaknya memastikan akan kembali melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan pengantin pesanan tersebut.
Penyidik juga tengah melengkapi berkas perkara untuk mengungkap kemungkinan adanya sindikat yang lebih luas.
Sebelumnya, kasus ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan dengan penerapan Pasal 4 Undang-Undang TPPO, yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.
Polres Bogor menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara tersebut hingga seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.
Berita Terkait
-
5 Poin Penting Kronologi Pasutri di Cisarua Bogor Dibunuh Karyawan Sendiri Karena Sakit Hati
-
Cari Kerja di Bogor Sulit, Ini Jawaban Bupati Rudy Susmanto
-
Nasib Lahan Terdampak Lindi, Pemkab Bogor Janjikan Ganti Rugi di TPAS Galuga
-
Harmoni di Jalan Suryakencana, Parade Cap Go Meh Bogor 2026 Digelar Usai Tarawih
-
Pasutri Asal Cisarua Ditemukan Tak Bernyawa di Halaman Bangunan Kosong
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor
-
Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari