-
Setelah sempat beredar kabar simpang siur, PT Antam akhirnya mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam peristiwa kepulan asap di area tambang Pongkor. Korban dipastikan bukan karyawan Antam, melainkan penambang emas tanpa izin (gurandil).
-
Tim gabungan (Antam, Kepolisian, BPBD, dan Damkar) telah berhasil mengevakuasi tiga orang warga Desa Urug, yaitu Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Ketiganya terjebak di area non-operasional atau "lubang tikus" yang seharusnya steril dari aktivitas manusia.
-
Proses penyelamatan menghadapi hambatan berat karena medan yang sempit, berbahaya, dan sempat terjadi longsoran batu yang menimpa tim evakuasi. Selain itu, adanya tembok pengaman untuk penghalau tambang ilegal di lokasi tersebut juga sempat menyulitkan akses petugas.
SuaraBogor.id - Tabir gelap yang sempat menyelimuti peristiwa kepulan asap di area pertambangan PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya tersingkap lebar.
Setelah berhari-hari rumor dan kesaksian warga berseliweran, kebenaran pahit itu kini datang dari mulut resmi perusahaan.
Sebelumnya, PT Antam Tbk sempat menyatakan tidak ada korban jiwa pada peristiwa asap yang terjadi Selasa, 13 Januari 2026.
Namun, desas-desus yang kuat di media sosial dan keterangan para saksi dari warga telah menyuarakan hal yang berbeda.
Kini, pada Senin pagi, 19 Januari 2026, kejelasan itu tiba lewat pernyataan resmi dari Java Region, CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, di Polsek Nanggung.
Agustinus membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa para korban merupakan bukan karyawan dari PT Antam Pongkor melainkan para penambang emas ilegal (Gurandil).
Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi terkait status para korban dan mengalihkan fokus pada isu penambangan ilegal yang kerap menjadi masalah di sekitar area tambang.
"PT Antam menempatkan aspek kemanusiaan dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam penanganan di tambang emas Pongkor," ujarnya, kepada wartawan di Polsek Nanggung.
Agustinus merinci, Tim Gabungan yang terdiri dari PT Antam, kepolisian, BPBD, dan Damkar telah berjibaku melakukan evakuasi terhadap para korban yang tertimbun di lubang tikus.
Hasilnya, tiga orang warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, berhasil dievakuasi dari lubang maut tersebut Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26).
Baca Juga: Parkiran Wahyu Motor Bogor Dilalap Api, 19 Motor Hangus hingga Rugi Ratusan Juta
Proses evakuasi ini berlangsung berhari-hari, menunjukkan tingkat kesulitan yang luar biasa. Edi dan Jaka berhasil dievakuasi pada Minggu, 17 Januari 2026, yang telah dikonfirmasi oleh keluarga korban seperti Acip Supendi sebelumnya.
Sementara Isep Septiana, calon pengantin yang kisahnya sempat menyentuh hati, baru berhasil dievakuasi pada dini hari tadi, Senin, 19 Januari 2026.
"Tim gabungan telah melakukan evakuasi secara maksimal meskipun menghadapi tantangan berat. 3 korban yang berhasil dievakuasi merupakan warga bukan pegawai ataupun kontraktor Antam, yang terjebak di area non operasional Antam yang seharusnya steril dari aktivitas operasional penambangan," tegas Agustinus.
Proses evakuasi para gurandil ini digambarkan sebagai operasi beresiko tinggi. Agustinus mengungkapkan bahwa tim gabungan menghadapi medan yang sulit dijangkau dan berbahaya.
Aksesnya sempit, seperti 'lubang tikus' yang memang menjadi ciri khas galian ilegal. Bahkan, tim evakuasi sempat tertimpa longsoran batu dalam upaya penyelamatan, memaksa setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas.
Tidak hanya itu, Antam juga menghadapi kendala tambahan karena di area tersebut telah dibangun tembok pengaman. Tembok ini berfungsi untuk menghalangi aktivitas penambangan ilegal, namun ironisnya, kini justru menyulitkan proses evakuasi.
Berita Terkait
-
Parkiran Wahyu Motor Bogor Dilalap Api, 19 Motor Hangus hingga Rugi Ratusan Juta
-
Antara Hidup dan Mati, Menanti Isep Pulang dari Tambang Pongkor Demi Janji Menikah Habis Lebaran
-
Kesaksian Warga Sukajaya: Kehilangan Anak dan Ipar di Lubang Pongkor, 4 Orang Masih Terjebak
-
Menunggu di Balik Pintu yang Tak Akan Pernah Terbuka, Kisah Pilu Istri Korban dalam Tragedi Pongkor
-
6 Warga Desa Urug Diduga Terjebak di Jalur Tikus Tambang Antam, Polisi Buka Posko Laporan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat