Andi Ahmad S
Senin, 19 Januari 2026 | 11:20 WIB
Java Region, CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, di Polsek Nanggung. [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Setelah sempat beredar kabar simpang siur, PT Antam akhirnya mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam peristiwa kepulan asap di area tambang Pongkor. Korban dipastikan bukan karyawan Antam, melainkan penambang emas tanpa izin (gurandil).

  • Tim gabungan (Antam, Kepolisian, BPBD, dan Damkar) telah berhasil mengevakuasi tiga orang warga Desa Urug, yaitu Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Ketiganya terjebak di area non-operasional atau "lubang tikus" yang seharusnya steril dari aktivitas manusia.

  • Proses penyelamatan menghadapi hambatan berat karena medan yang sempit, berbahaya, dan sempat terjadi longsoran batu yang menimpa tim evakuasi. Selain itu, adanya tembok pengaman untuk penghalau tambang ilegal di lokasi tersebut juga sempat menyulitkan akses petugas.

"Kondisi ini menyulitkan proses evakuasi namun tetap diupayakan secara optimal dengan mengutamakan keselamatan," jelasnya.

Dengan tuntasnya evakuasi tiga korban ini, babak baru dalam penanganan insiden asap Pongkor telah dimulai.

"Seluruh korban yang telah dievakuasi sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan penanganan yang berlaku," pungkas Agustinus.

Load More