Hingga Selasa (20/1), tim gabungan telah mengonfirmasi lima orang meninggal dunia. Tiga korban (Jaka, Edi, dan Isep Septiana) dievakuasi oleh tim SAR dari area PT Antam, sementara dua korban lainnya (Karta dan Kari) dievakuasi secara mandiri oleh warga ke Desa Malasari.
Proses evakuasi menghadapi kendala teknis yang berat karena struktur tambang yang tidak stabil, mengalami pelapukan, serta memiliki kadar oksigen yang tidak layak.
Tim SAR memerlukan peralatan khusus seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk menembus jalur tambang sempit yang hanya berdiameter sekitar satu meter.
SuaraBogor.id - Drama kemanusiaan di kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, masih jauh dari kata selesai. Di tengah duka mendalam atas ditemukannya lima jenazah penambang emas tanpa izin (gurandil), kabar mengejutkan kembali datang dari tim penyelamat.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor SAR Jakarta mengonfirmasi bahwa misi penyelamatan masih berlangsung karena diduga kuat masih ada nyawa yang tertahan di perut bumi.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan fakta krusial pada Selasa (20/1). Berdasarkan laporan yang masuk, masih ada tiga warga yang terjebak di dalam tambang emas di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Minggu (18/1).
Tantangan yang dihadapi tim penyelamat bukan main-main mereka harus berpacu dengan menipisnya oksigen dan kondisi tanah yang labil.
“Kami segera melakukan asesmen di lokasi kejadian serta menghimpun informasi yang akurat dari para saksi dan pihak manajemen PT Antam mulai dari minggu (18/1) hingga senin (19/1) malam tadi," ujar Desiana dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Lokasi terjebaknya ketiga korban ini bukanlah area tambang aktif biasa. Desiana menjelaskan bahwa area tersebut merupakan lokasi eks-tambang yang sebenarnya telah ditutup oleh PT Antam. Kondisi di dalamnya sangat membahayakan nyawa siapa pun yang memasukinya tanpa persiapan matang.
Hasil pemeriksaan tim teknis menunjukkan situasi yang mengerikan. "Kondisi struktur di dalam area tambang tidak stabil, terdapat beberapa titik yang mengalami pelapukan, hingga kandungan udara yang tidak layak," tegas Desiana.
Lebih menantang lagi, akses menuju korban sangat terbatas. Jalur tikus yang digali para penambang hanya memiliki diameter kurang lebih satu meter.
Hal ini memaksa tim SAR dan Basarnas Special Group (BSG) untuk menggunakan peralatan canggih demi keselamatan rescuer itu sendiri.
Baca Juga: KPK Bakal Ikut 'Pelototi' Proyek Jalur Tambang hingga Jalan Rancabungur-Leuwiliang
Desiana menyebut tim butuh peralatan khusus seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan Peralatan SAR untuk di ruang terbatas, karena risiko gas beracun sangat tinggi.
Sementara tim SAR fokus pada penyelamatan korban terjebak, pihak kepolisian merilis data korban tewas yang berhasil dievakuasi.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, mengonfirmasi total korban meninggal dunia yang terverifikasi saat ini mencapai lima orang.
Korban tewas didominasi oleh warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Mereka adalah Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26).
Proses pengangkatan jenazah mereka berlangsung dramatis di tengah gelapnya malam hingga dini hari tadi.
"Ada tiga korban yang sudah kita evakuasi, yaitu pada hari minggu jam 01.00 (Minggu), kita melaksanakan evakuasi sampai dengan jam 04.00 dini hari (Senin)," ujar AKP Ucup.
Berita Terkait
-
KPK Bakal Ikut 'Pelototi' Proyek Jalur Tambang hingga Jalan Rancabungur-Leuwiliang
-
3 Fakta Mencekam Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Sukaraja Bogor, Luka di Leher Jadi Bukti
-
Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Sukaraja Bogor, Luka di Leher Bikin Merinding Warga
-
Tangis Pilu di Teras Sempit, Kisah Eni Menunggu Suami yang Terjebak di 'Lubang Tikus' Pongkor
-
Mimpi Menikah Habis Lebaran Kandas, Isep Pulang Tak Bernyawa dari 'Lubang Tikus' Pongkor
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Pemberdayaan UMKM dan Aksi Hijau Warnai Kick-Off HUT ke-131 BRI
-
Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara
-
BRI dan Pemerintah Perkuat Investasi Global, Dorong Ekonomi Lokal hingga UMKM
-
103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Bupati Bogor Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung
-
Sejumlah Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan Usai Konsumsi Susu MBG