Tragedi ini menelan korban sebanyak 11 orang penambang emas tanpa izin (gurandil). Data ini merupakan kompilasi resmi dari pihak kepolisian dan pemerintah desa setempat, yang berasal dari tiga wilayah berbeda: Desa Bangun Jaya (6 orang), Desa Urug (3 orang), dan Desa Malasari (2 orang).
Para korban diduga kuat tewas karena terpapar asap atau gas beracun di dalam lubang tambang. Gas tersebut merembes melalui jaringan "lubang tikus" yang saling terhubung di kedalaman perut bumi, sehingga menyebabkan para penambang terjebak dalam kondisi fatal.
Bencana ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Bogor Barat, terutama di Kampung Cimapag Hilir yang kehilangan 6 warga sekaligus. Proses penanganan jenazah dilakukan dengan dua cara evakuasi tim gabungan (Polri dan PT Antam) untuk korban di Desa Urug, serta evakuasi mandiri oleh warga untuk korban di Desa Malasari.
SuaraBogor.id - Angka korban jiwa dalam tragedi kemanusiaan di kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terus bertambah dan kian mengkhawatirkan.
Jika sebelumnya informasi masih simpang siur, kini data lapangan mulai menunjukkan skala bencana yang sebenarnya.
Berdasarkan kompilasi data dari pihak kepolisian dan pemerintah desa setempat, total nyawa yang melayang di kedalaman perut bumi tercatat mencapai 11 orang.
Fakta ini menjadi pukulan telak bagi masyarakat Bogor Barat. Kesebelas korban tersebut merupakan penambang emas tanpa izin atau gurandil yang berasal dari tiga desa berbeda, yakni Desa Bangun Jaya Kecamatan Cigudeg, Desa Urug Kecamatan Sukajaya, dan Desa Malasari Kecamatan Nanggung.
Mereka diduga tewas akibat paparan asap atau gas beracun yang merembes ke lubang-lubang tikus yang saling terhubung.
Desa Bangun Jaya 6 Warga Kampung Cimapag Hilir
Penyumbang angka korban terbanyak berasal dari Desa Bangun Jaya. Kepala Desa (Kades) Bangun Jaya, Haji Abdul Halim, telah mengonfirmasi bahwa enam warganya pulang tinggal nama.
Mereka semua berasal dari satu kampung yang sama, yakni Kampung Cimapag Hilir.
"Ya betul warga bangunjaya kp cimapag hilir ada 6 orang," ungkap Haji Abdul Halim.
Baca Juga: 4 Spot Semi Alam di Tanah Sareal Bogor yang Asri dan Instagramable
Identitas keenam korban tersebut adalah Firman, Beni Candra, Adun, Sony, Asri, dan Mubarok. Kematian massal dalam satu kampung ini menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat.
Desa Urug 3 Jenazah Dievakuasi Tim Gabungan
Sementara itu, di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, duka juga menyelimuti keluarga tiga penambang. Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, menjelaskan bahwa proses evakuasi ketiga korban ini dilakukan secara dramatis oleh tim gabungan bersama pihak PT Antam pada Minggu dan Senin dini hari.
"Ada tiga korban yang sudah kita evakuasi, yaitu pada hari minggu jam 01.00 (Minggu), kita melaksanakan evakuasi sampai dengan jam 04.00 dini hari (Senin)," jelas Kapolsek kepada wartawan.
Ketiga korban tersebut teridentifikasi bernama Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Isep sendiri diketahui baru pertama kali mencoba menjadi gurandil demi mengumpulkan biaya nikah, namun nasib berkata lain.
Desa Malasari 2 Korban Dievakuasi Mandiri
Tag
Berita Terkait
-
4 Spot Semi Alam di Tanah Sareal Bogor yang Asri dan Instagramable
-
Kompensasi Tambang Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang Cair Besok: Tiap Warga Terima Rp3 Juta
-
7 Fakta Mengejutkan Tambang Ilegal di Bogor: Dari Pasar Gelap Galena Hingga Dilema Urusan Perut
-
Operasi Ditutup Tanpa Hasil, Tim SAR Gagal Temukan Tanda Keberadaan 3 Penambang di Pongkor
-
Ketua DPRD Bogor Pastikan Utang Proyek 2025 Cair Sebelum Februari
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
BRI Bagikan Total Dividen Rp52,1 Triliun, Termasuk Interim Rp137 per Saham
-
Sentil UI dan IPB, Peneliti TII Tegaskan Candaan Seksis di Grup Chat Bisa Dipidana
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD di Akmil Magelang, Siap Wujudkan Swasembada & Kemandirian Daerah
-
Siapkan Pusat Ekonomi Baru, Bupati Rudy Susmanto Dorong Jalur KRL hingga Jasinga