Andi Ahmad S
Rabu, 21 Januari 2026 | 22:56 WIB
Ilustrasi Update Tragedi Pongkor: Angka Korban Jiwa Melonjak Jadi 11 Orang, Ini Identitas Para Gurandil. [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Baca 10 detik

Tragedi ini menelan korban sebanyak 11 orang penambang emas tanpa izin (gurandil). Data ini merupakan kompilasi resmi dari pihak kepolisian dan pemerintah desa setempat, yang berasal dari tiga wilayah berbeda: Desa Bangun Jaya (6 orang), Desa Urug (3 orang), dan Desa Malasari (2 orang).

Para korban diduga kuat tewas karena terpapar asap atau gas beracun di dalam lubang tambang. Gas tersebut merembes melalui jaringan "lubang tikus" yang saling terhubung di kedalaman perut bumi, sehingga menyebabkan para penambang terjebak dalam kondisi fatal.

Bencana ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Bogor Barat, terutama di Kampung Cimapag Hilir yang kehilangan 6 warga sekaligus. Proses penanganan jenazah dilakukan dengan dua cara evakuasi tim gabungan (Polri dan PT Antam) untuk korban di Desa Urug, serta evakuasi mandiri oleh warga untuk korban di Desa Malasari.

Melengkapi data tragis ini, dua korban jiwa lainnya berasal dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Berbeda dengan korban di Urug, jenazah warga Malasari ini dievakuasi secara mandiri oleh warga sebelum polisi tiba di lokasi.

"Lima orang, yaitu tiga warga desa Sukajaya dan kemudian dua warga Malasari Kecamatan Nanggung," ucap AKP Ucup yang mengonfirmasi data yang masuk ke polseknya total 5 dari wilayah hukumnya, ditambah 6 dari Cigudeg, total 11.

Identitas kedua korban dari Malasari diketahui bernama Karta dan Kari. Pihak kepolisian telah melakukan verifikasi ke rumah duka dan memastikan keduanya telah dimakamkan.

Load More