- Nyeri dada menjalar ke bahu, leher, atau punggung dengan keringat dingin bisa menjadi indikasi serangan jantung.
- Dokter Yislam Aljaidi menyatakan kerokan saat gejala muncul sangat berbahaya karena menunda penanganan medis segera.
- Tindakan kerokan membuang waktu kritis, meningkatkan risiko pembuluh darah tersumbat total, henti jantung, dan kematian.
SuaraBogor.id - Bagi masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah angin duduk, tentunya hal ini merupakan gambar bahwa badan tidak baik-baik saja karena ada rasa nyeri di dada.
Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah dari Eka Hospital dr. Yislam Aljaidi mengungkapkan bahwa keluhan tersebut bisa jadi tanda awal serangan jantung.
Bagi generasi milenial dan Gen Z yang peduli kesehatan diri, memahami perbedaan antara mitos masuk angin dan realitas serangan jantung adalah hal yang sangat krusial.
Berikut adalah 3 poin penting yang wajib kamu tahu tentang bahaya kerokan dan gejala serangan jantung yang sering salah diartikan:
1. Nyeri Dada Menjalar Mirip 'Masuk Angin' Adalah Tanda Serangan Jantung
Persepsi masyarakat seringkali keliru mengartikan nyeri dada yang tidak nyaman, yang bisa menjalar ke bahu, leher, atau punggung, ditambah keringat dingin, sebagai penyakit masuk angin.
"Bisa menjalar ke bahu, bisa ke leher, ke punggung. Ditambah seolah-olah mirip gejala masuk angin. Ini adalah gejala serangan jantung yang harus diwaspadai," katanya kepada wartawan di Cibubur, Rabu (11/2/2026).
2. Kerokan Buang Waktu Kritis Penyelamatan Nyawa
Dr. Yislam menegaskan bahwa tindakan kerokan saat serangan jantung sangat berbahaya karena membuang waktu yang sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Bojongkoneng Bogor, Satu Mobil Terseret Arus Hingga Rusak
Serangan jantung kata dia terjadi karena sumbatan total pada pembuluh darah, dan kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.
3. Pembuluh Darah Tetap Tersumbat, Risiko Henti Jantung & Kematian Meningkat.
Bahaya terbesar dari kerokan adalah hilangnya kesempatan emas untuk mendapatkan pertolongan medis. Serangan jantung itu butuh waktu yang critical. Sementara pasien asyik dikerokin, pembuluh darahnya bisa tertutup total yang memicu henti jantung dan meninggal dunia
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Terjang Bojongkoneng Bogor, Satu Mobil Terseret Arus Hingga Rusak
-
5 Poin Penting Kecelakaan Beruntun di Tol Ciawi
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Tol Ciawi Arah Jakarta: Truk Hino Tabrak 7 Mobil
-
Kecelakaan Beruntun di Terowongan Tol Ciawi Arah Jakarta, Truk dan Mobil Ringsek Parah
-
Sebelum Meninggal Dunia, Sopir Bus Telepon Keluarga Hingga Keluhkan Badan Terasa Pegal-pegal
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepeda Paling Enteng Digowes di Jalur Menanjak, Dijamin Nggak Bakal Ngoyo
-
Ini 3 Poin Penting Bahaya Kerokan Saat Serangan Jantung Kata dr Yislam Aljaidi
-
Banjir Bandang Terjang Bojongkoneng Bogor, Satu Mobil Terseret Arus Hingga Rusak
-
5 Poin Penting Kecelakaan Beruntun di Tol Ciawi
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Tol Ciawi Arah Jakarta: Truk Hino Tabrak 7 Mobil