- Volume kendaraan di jalur Puncak-Cianjur meningkat 20% pasca Imlek, didominasi pelat Jabodetabek menuju destinasi wisata.
- Polres Cianjur memberlakukan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah dipercepat, untuk mengurai kepadatan.
- Petugas telah mengurai kepadatan di titik rawan macet, memastikan arus tetap bergerak meskipun volume meningkat.
SuaraBogor.id - Libur panjang Imlek telah usai, namun kepadatan lalu lintas masih menyelimuti jalur utama Puncak-Cianjur. Polres Cianjur mencatat volume kendaraan yang melintas mengalami peningkatan signifikan, sekitar 20 persen, dengan tujuan utama destinasi wisata, hotel, dan restoran di kawasan Puncak-Cipanas.
Untuk mengatasi lonjakan ini, sejumlah rekayasa arus, termasuk sistem satu arah (one way), diberlakukan lebih cepat.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan ini terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Yang menarik, volume kendaraan ini didominasi bernopol Jabodetabek berbaur dengan wisatawan lokal yang hendak menggelar tradisi papajar menyambut datangnya bulan puasa atau 1 Ramadan.
Meskipun tidak terlihat antrean panjang kendaraan di seluruh jalur, namun di sejumlah titik rawan macet seperti pertigaan Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas, laju kendaraan sempat tersendat namun tetap bergerak dan kembali lancar setelah petugas pengurai diturunkan.
"Normal lancar meski terjadi kenaikan volume kendaraan," kata AKP Aang.
Sejumlah rekayasa arus diberlakukan, termasuk sistem satu arah pada pagi, siang, dan petang, di mana volume kendaraan di jalur utama meningkat dengan tujuan kembali ke kota asal masing-masing setelah berlibur.
Polres Cianjur mengerahkan puluhan petugas, terutama di titik rawan macet sepanjang jalur Cipanas-Puncak.
Selain mengatur kelancaran dengan rekayasa arus, petugas juga mengimbau pengendara untuk tertib berlalu lintas dengan tidak keluar jalur ketika terjadi antrean.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
Berbagai upaya dilakukan guna mengantisipasi terjadinya macet total saat puncak arus balik libur panjang pada Selasa. Oleh karena itu, pemberlakuan sistem satu arah dilakukan lebih cepat setelah berkoordinasi dengan Polres Bogor.
"Sifatnya situasional ketika terjadi antrean dengan ekor lebih dari dua kilometer, petugas melakukan berbagai langkah termasuk menerapkan sistem satu arah guna mencairkan antrean sehingga tidak terjadi macet total," katanya. [Antara].
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Mantan Kades di Caringin Ditusuk Tetangga, Pelaku Diduga Rencanakan Pembunuhan
-
Banjir Bandang Terjang Bojongkoneng Bogor, Satu Mobil Terseret Arus Hingga Rusak
-
KPK Soroti Korupsi di PN Depok: Gaji Naik Hanya Pengurang Risiko, Bukan Penentu
-
Panduan Lengkap Niat Puasa Ramadan 2026: Bacaan Harian, Sebulan Penuh dan Maknanya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak