- Mahkota Binokasih sebagai simbol sejarah Tanah Sunda telah tiba di Desa Cibeureum, Puncak Bogor, pada Kamis 23 April 2026.
- Anggota DPRD Jawa Barat, Prasetyawati, menyatakan kehadiran mahkota tersebut merupakan momentum krusial untuk menghidupkan kembali nilai luhur sejarah Sunda.
- Prosesi penyambutan di Puncak Bogor bertujuan mengedukasi generasi muda agar tetap menjaga identitas serta melestarikan warisan budaya daerah.
SuaraBogor.id - Sebuah peristiwa bersejarah yang sarat makna budaya dan sejarah kini sedang dirayakan oleh masyarakat Jawa Barat. Mahkota Binokasih (Sanghyang Pake ke IV), simbol kebesaran Tanah Sunda yang telah lama menjadi pusaka, akhirnya tiba di kawasan Puncak Bogor, tepatnya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua.
Kehadiran mahkota ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, melainkan momentum krusial untuk mengingat dan menghidupkan kembali kejayaan sejarah Sunda yang kaya dan menginspirasi, khususnya bagi generasi muda yang haus akan identitas dan akar budaya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Prasetyawati menyampaikan, bahwa kehadiran Mahkota Binokasih bukan sekadar seremoni, melainkan upaya untuk mengingat dan menghidupkan kembali kejayaan sejarah Sunda.
Prasetyawati menyebut, pentingnya generasi saat ini untuk mengenal akar budaya daerahnya.
"Ini momentum untuk mengulang sejarah Sunda, mengingatkan kita pada nilai-nilai luhur yang diwariskan," ujar Prasetyawati kepada Metropolitan.id -jaringan Suara.com, dilansir Kamis 23 April 2026.
Penyambutan Mahkota Binokasih diwarnai dengan nuansa adat masyarakat dan anak sekolah setempat.
Warga Puncak antusias menyaksikan prosesi yang menggambarkan penghormatan terhadap warisan budaya tersebut.
Bukan itu saja, namun Binokasih ini sarana edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda, agar tidak melupakan sejarah dan jati diri bangsa.
Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Lepas 445 Jemaah Kloter Pertama, Jaro Ade: Semoga Menjadi Haji Mabrur dan Selamat Kembali
"Dengan hadirnya Mahkota Binokasih di Puncak Bogor, tentunya semangat menjaga dan melestarikan budaya Sunda semakin tumbuh, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Lepas 445 Jemaah Kloter Pertama, Jaro Ade: Semoga Menjadi Haji Mabrur dan Selamat Kembali
-
Prof. Mujahidin: UIKA Bogor Kini Jadi Destinasi Pendidikan Mahasiswa Lintas Benua
-
Konsep Penataan Terpadu Rudy Susmanto Kini Masuk Prioritas Pusat
-
Bogor Raya Menuju Bebas Sampah! Proyek PSEL Ubah Limbah Jadi Energi Listrik
-
Kabur Setelah Menabrak, Sopir Asal Bogor Tak Berkutik Dijemput Polisi Usai Tewaskan Pengacara
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Simbol Kejayaan Sunda Tiba di Puncak! Mahkota Binokasih Sambangi Cisarua Bogor
-
BRI Perluas Layanan Keuangan Perbatasan Lewat Peresmian Money Changer di PLBN Motaain
-
Lepas 445 Jemaah Kloter Pertama, Jaro Ade: Semoga Menjadi Haji Mabrur dan Selamat Kembali
-
Prof. Mujahidin: UIKA Bogor Kini Jadi Destinasi Pendidikan Mahasiswa Lintas Benua
-
Konsep Penataan Terpadu Rudy Susmanto Kini Masuk Prioritas Pusat