- Puskesmas Cisarua, Bogor, menerima keluhan publik terkait sikap petugas yang tidak ramah dan sistem antrean yang tidak adil.
- Pasien merasa dirugikan oleh sistem pendaftaran daring yang dianggap mengabaikan antrean manual serta pelayanan petugas yang dinilai kurang profesional.
- Kepala Puskesmas mengakui kendala keterbatasan SDM serta fasilitas, namun berkomitmen melakukan evaluasi dan pengajuan penambahan pegawai ke Dinas Kesehatan.
SuaraBogor.id - Kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Cisarua, Kabupaten Bogor, kini tengah menjadi sorotan publik. Berdasarkan pantauan di kolom ulasan Google (Google Rate), fasilitas kesehatan milik pemerintah ini hanya mengantongi nilai 3,5 bintang, disertai rentetan keluhan dari masyarakat terkait perilaku petugas hingga sistem antrean yang dianggap tidak adil.
Sejumlah pasien mengeluhkan sikap oknum petugas yang dinilai kurang ramah atau 'jutek' saat melayani masyarakat yang hendak berobat atau mengurus rujukan.
Salah satu keluhan yang menonjol datang dari pasien yang merasa dipersulit saat menanyakan prosedur rujukan.
"Pada judes, terutama yang bapak-bapak. Sudah tahu yang salah puskesmasnya (salah kasih rujukan tertukar), cuma nanya malah dimarahin," tulis salah satu pasien dalam ulasannya, dilansir dari unggahan akun instagram @rekambogor, Jumat (15/5/2026).
Selain faktor perilaku, sinkronisasi antara pendaftaran online dan offline juga menjadi pemicu kekecewaan. Pasien yang sudah mengantre sejak subuh merasa terpinggirkan oleh mereka yang mendaftar secara daring.
"Saya antre dari subuh percuma karena banyak yang daftar online. Kasihan orang-orang seperti saya yang tidak mengerti daftar online. Seharusnya pelayanannya adil, jangan sampai yang offline tersalip terus," ungkap pasien lainnya.
Jawaban Kepala Puskesmas Cisarua
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Puskesmas Cisarua, dr. Eulis Irma Khumairoh, memberikan klarifikasi mendalam.
Menurutnya, penilaian negatif tersebut berasal dari sebagian kecil pengunjung jika dibandingkan dengan total pasien yang dilayani setiap hari yang mencapai 195-200 orang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah
Namun, dr. Eulis tidak menampik adanya kekurangan dan menegaskan bahwa setiap masukan selalu ditindaklanjuti dengan perbaikan internal. Ia juga membeberkan fakta mengenai beban kerja yang sangat berat di wilayah Cisarua.
“Segala keterbatasan luas gedung yang minimalis dan jumlah SDM kami yang hanya 30 orang, tetapi kami harus melayani warga dengan jumlah 70.000 jiwa. Rasanya kurang adil kalau kami dinilai seperti ini (hanya dari ulasan negatif),” jelas dr. Eulis kepada SuaraBogor saat dihubungi.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kepuasan pelanggan, dr. Eulis menyatakan bahwa pihaknya sering melakukan tindakan proaktif.
"Bentuk tindak lanjut kami terhadap pasien yang merasa kurang terlayani, kami datangi ke rumahnya untuk klarifikasi," tambahnya.
Terkait masalah stok obat yang dilaporkan kosong dan keterbatasan tenaga medis, pihak Puskesmas telah mengambil langkah strategis, mulai dari evaluasi nakes, pengadaan sarana dan pengajuan SDM.
"Mengajukan penambahan pegawai baru kepada BKPSDM melalui Dinas Kesehatan agar dapat melakukan rekrutmen melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah
-
Ingatkan Bupati dan DPRD, KPK Turun Tangan Benahi Perencanaan Anggaran di Kabupaten Bogor
-
KPK Plototi Dana Pokir DPRD Kabupaten Bogor, Sekda: Jangan Sampai Bermasalah Hukum
-
Ada Hak Khusus? Forum Mahasiswa Indonesia Cium Kejanggalan Tuntutan Kasus Julia Tobing
-
6 Fakta Kasus Narkoba ASN di Bogor: Gunakan Sabu Sejak 2024 hingga Rencana Tes Urine Massal
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri
-
Nama Disebut di Pidato Kenegaraan, Realitas Hidup Susanah Tetap Bertumpu Pada Upah Rp700
-
Disebut Pengupas Bawang oleh Prabowo, Susanah Ternyata Penjahit Lap dan Pencuci Ompreng SPPG
-
Baru Jadi Dirusak Tangan Jahil, Mural Kemerdekaan Bawah Flyover Cileungsi Jadi Korban Vandalisme
-
Hasil Operasi Maraton Juni-Agustus, Polres Bogor Musnahkan Sabu Hingga Jutaan Obat Terlarang