Andi Ahmad S
Rabu, 20 Mei 2026 | 19:07 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto [Diskominfo/HO/Suarabogor]
Baca 10 detik
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto merespons viralnya keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan dan kekurangan obat di Puskesmas Cisarua.
  • Pemkab Bogor berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan kesehatan serta instansi publik lainnya di seluruh wilayah.
  • Kepala Puskesmas Cisarua mengakui keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas dalam melayani jumlah penduduk yang sangat besar.

Hal senada disampaikan warga lainnya yang merasa kasihan terhadap lansia dan masyarakat kurang mampu. "Sangat memberatkan sekali jika harus beli obat di luar. Tolong ini menjadi perhatian pemerintah," tambahnya.

Kualitas pelayanan yang buruk ini diduga berkaitan dengan lamanya masa jabatan Kepala Puskesmas Cisarua. Beredar informasi bahwa puskesmas tersebut telah dipimpin oleh orang yang sama selama belasan tahun, sehingga memunculkan istilah "raja kecil".

Saat dikonfirmasi oleh Suara.com, Kepala Puskesmas Cisarua, dr. Eulis Irma Khumairoh, membenarkan bahwa dirinya sudah bertugas di puskesmas tersebut dalam waktu yang cukup lama.

"Tahu dari mana saya sudah lebih 10 tahun bertugas di Cisarua?" ucap dr. Eulis menjawab pertanyaan wartawan.

Meski demikian, dr. Eulis membela diri terkait ulasan negatif yang dialamatkan kepada instansinya. Ia menekankan bahwa beban kerja di Cisarua sangat tidak ideal antara jumlah tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk yang harus dilayani.

“Segala keterbatasan luas gedung yang minimalis dan jumlah SDM kami yang hanya 30 orang, tetapi kami harus melayani warga dengan jumlah 70.000 jiwa. Rasanya kurang adil kalau kami dinilai seperti ini (hanya dari ulasan negatif),” bela dr. Eulis.

Load More