- Bupati Bogor Rudy Susmanto merespons viralnya keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan dan kekurangan obat di Puskesmas Cisarua.
- Pemkab Bogor berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan kesehatan serta instansi publik lainnya di seluruh wilayah.
- Kepala Puskesmas Cisarua mengakui keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas dalam melayani jumlah penduduk yang sangat besar.
SuaraBogor.id - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memberikan respons tegas terkait gelombang keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Cisarua yang belakangan viral di media sosial.
Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak akan menutup mata dan siap melakukan pembenahan besar-besaran, tidak hanya di satu sektor, melainkan secara sistemik dan menyeluruh.
Menurut Rudy, kritik dan masukan dari warga merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk bercermin dan memperbaiki kinerja birokrasi.
Menanggapi isu spesifik mengenai Puskesmas Cisarua, Bupati menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyusun langkah evaluasi yang komprehensif.
Ia menekankan bahwa infrastruktur dan layanan kesehatan adalah prioritas utama karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
“Segala saran, masukan, dan kritik, bukan hanya kami tampung, tapi kami upayakan tindak lanjuti satu per satu. Infrastruktur kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Senin (18/5/2026) kemarin.
Lebih lanjut, pimpinan tertinggi di Kabupaten Bogor ini mengungkapkan bahwa evaluasi tidak akan berhenti di Puskesmas Cisarua saja. Rudy melihat adanya urgensi untuk melakukan penyempurnaan di berbagai instansi pelayan publik lainnya di seluruh wilayah Bogor.
“Jadi kita melihatnya bukan hanya satu Puskesmas, tetapi tentunya menyeluruh. Bukan hanya dalam sisi bidang kesehatan, tapi juga bidang pendidikan, serta sektor-sektor yang lain. Semuanya perlu pembenahan dan penyempurnaan bersama-sama,” tegasnya.
Dalam pesannya kepada publik, Rudy Susmanto menunjukkan sikap rendah hati dan keterbukaan. Ia meminta izin dan kepercayaan dari masyarakat agar pemerintah dapat bekerja maksimal dalam memperbaiki sistem pelayanan yang selama ini dikeluhkan.
Baca Juga: 5 Fakta Stadion Pakansari Jadi Venue Utama AFF 2026 dan Persiapan Kilat Bupati Bogor
“Izinkan kami membenahi, izinkan kami menyempurnakan bersama-sama, agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal dan maksimal kembali,” pungkas Rudy.
Keluhan Terhadap Puskesmas Cisarua Bogor
Gelombang keluhan masyarakat terhadap Puskesmas Cisarua, Kabupaten Bogor, semakin meluas. Setelah sebelumnya viral terkait pelayanan petugas yang dinilai tidak ramah, kini puskesmas tersebut diterpa isu miring mengenai kekosongan stok obat serta dugaan gaya kepemimpinan raja kecil oleh sang Kepala Puskesmas (Kapus).
Sejumlah pasien pengguna BPJS Kesehatan mengaku kecewa karena sering diarahkan untuk membeli obat di apotek luar dengan biaya mandiri, meski mereka berobat untuk penyakit ringan.
Keresahan masyarakat ini mencuat melalui berbagai pengakuan pasien yang merasa terbebani. Padahal, sebagai peserta BPJS, mereka seharusnya mendapatkan fasilitas obat-obatan secara gratis dari puskesmas.
"Saya dan keluarga sudah beberapa kali berobat ke Puskesmas Cisarua, dan hampir setiap kali diberikan resep untuk beli obat di luar dengan alasan stok kosong. Padahal kami berobat penyakit ringan, bukan yang berat," ungkap salah satu pasien dalam keluhannya.
Berita Terkait
-
5 Fakta Stadion Pakansari Jadi Venue Utama AFF 2026 dan Persiapan Kilat Bupati Bogor
-
Warga RW 11 Kayumanis Bogor Pasang Spanduk Protes, Tegas Tolak Proyek PSEL di Pemukiman
-
Viral Narasi Bogor Pisah dari Jabar Akibat Polemik Parung Panjang, Bupati: Saya Pastikan Itu Hoaks!
-
Stadion Pakansari Terpilih Jadi Venue AFF, Bupati Rudy Susmanto Gerak Cepat Benahi Fasilitas
-
7 Fakta Proyek Rp5 Triliun Akademi Olahraga Terbesar Dunia di Rancabungur Bogor
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Dimusnahkan? Ini Penjelasan Bupati Bogor Saat Bersihkan Situ Citatah
-
Harkitnas ke-118, Bupati Bogor Ajak Warga Warisi Semangat Juang Lewat Medsos Positif
-
Puskesmas Cisarua Disorot, Bupati Rudy Susmanto Janji Evaluasi Menyeluruh
-
5 Fakta Stadion Pakansari Jadi Venue Utama AFF 2026 dan Persiapan Kilat Bupati Bogor
-
Warga RW 11 Kayumanis Bogor Pasang Spanduk Protes, Tegas Tolak Proyek PSEL di Pemukiman